Bika Ambon Medan, Kue Tradisional Asli Medan

Bika Ambon Medan seringkali menjadi oleh-oleh khas bagi orang yang pulang dari Medan, Sumatera Utara. Jajanan ini termasuk kue tradisional yang rasanya legit dan gurih berupa irisan bentuk persegi panjang atau bentuk bulat sesuai cetakan kuenya.

Banyak yang orang selama ini mengira bahwa Bika Ambon berasal dari kota Ambon atau paling tidak kue asli dari Maluku. Mungkin karena nama kuenya mengandung kata ‘Ambon’, sebuah daerah atau suku di Timur Indonesia.

Berbagai Versi Nama Bika Ambon Medan

Ada berbagai versi tentang asal-usul nama bika ambon ini jenis kue tradisional dengan tekstur berongga seperti sarang dan kenyal.
Menurut penjelasan M Muhar Omtatok, seorang seorang budayawan dan sejarawan, kue bika Ambon terilhami dari kue khas Melayu yaitu Bika atau Bingka. Selanjutnya dimodifikasi dengan bahan pengembang berupa nira/ tuak enau hingga berongga dan berbeda dari kue Bika atau Bingka khas Melayu itu.

Berikut beberapa versi dari laman resmi Pariwisata Pemkomedan

1. Bika Ambon dinamakan demikian karena kue tersebut pertama kali dijual di simpang Jl. Ambon Sei Kera Medan.

2. Kue Bika Ambon berasal dari warga Ambon yang merantau ke Malaysia dengan membawa kue bika. Lalu, ia tidak kembali ke Ambon, melainkan tetap di Medan pada empat puluh tahun lalu. Berdasarkan cerita ini, itulah penyebab kue Bika Ambon jadi sangat terkenal di Medan.

3. Pada cerita versi ke-3, di zaman dahulu ada sebuah daerah beranama Amplas yang terbagi menjadi wilayah barat dan timur. Wilayah timur dikenal sebagai ‘kebon’ karena ada perumahan buruh , kebun tembakau, serta kebun kakao.

Sementara, wilayah barat dikenal sebagai ‘pabrik’ karena terdapat pabrik lateks. Kemudian, Bika Ambon ini diperkenalkan salah satu buruh transmigran yang berasal dari Jawa dan ia memasarkannya di Medan.

Orang-orang Belanda pun menyukai kue tersebut dan akhirnya memancing orang Tionghoa untuk ikut memasarkan. Kue tersebut kemudian menjadi sangat laris. Dari versi cerita ini, kue Bika Ambon merupakan kependekan dari Amplas-Kebon.

4. Pada versi keempat, kue Bika Ambon disebutkan berasal dari seorang Tionghoa yang tinggal di Tanah Deli ketika zaman Belanda. Ia melakukan ekspreimen dengan kue di rumahnya yang berlokasi tak jauh di Jalan Majapahit, Medan.

Kue tersebut kemudian dicobakan pada asisten di rumahnnya yang berasal dari Ambon. Karena asistennya sangat suka, sejak itulah kue tersebut dinamakan Bika Ambon.

5. Versi terakhir menerangkan bahwa kue Bika Ambon sebetulnya tidak ada kaitan dengan jalan tempat kue Bika Ambon ini populer ataupun siapa yang mempopulerkannya. Melainkan, istilah ini dianggap berasal dari bahasa Medan yang artinya lembut.

Apapun berbagai versi asal-usul kue bika Ambon Medan ini, kue tradisional ini merupakan potensi wisata kuliner kota Medan yang sangat populer hingga ke daerah-daerah lain.

Bahan Dasar dan Cara Membuat Bika Ambon Medan

Bika Ambon Medan terbuat dari bahan-bahan seperti tepung sagu, telur, gula dan santan.
Resep kekinian, untuk mendapatkan tekstur berongga dipakai ragi instan yang dibuat biangnya terlebih dahulu dengan sedikit campuran terigu. Adapun tekstur kenyal diperoleh dari penggunaan tepung sagu.

Cara membuatnya cukup mudah. Mula-mula dibuat terlebih dahulu biang yang terdiri dari campuran ragi instan, terigu, sedikit gula, dan air, lalu didiamkan hingga berbuih.
Sesudahnya adonan bibit inilah yang dicampurkan ke tepung sagu, kocokan telur, santan, pewarna kue, dan perasa. Sesudahnya dituang ke loyang yang sudah dioles minyak, lalu dibiarkan hingga mengembang selama 3 jam lalu dipanggang. Cara tradisional kue dipanggang di pasir lalu dilanjutkan dipanggang di oven.

Bika ambon umumnya dijual dengan rasa asli yaitu wangi daun jeruk purut. Atas permintaan selera masyarakat, sekarang juga tersedia rasa pandan, durian, keju, dan cokelat.

Bika Ambon Medan biasanya dapat bertahan dalam kondisi terbaik selama sekitar empat hari karena setelah itu kue tersebut mulai mengeras.

Semoga bermanfaat.

 

Sumber:
https://food.detik.com/info-kuliner/

Tinggalkan komentar