Yusril Kritisi Puan

puan1

JAKARTA, inibangsaku.com – Mantan Menteri Sekretaris Negara (Menseneg) Yusril Ihza Mahendra meminta kepada Puan Maharani yang juga Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani untuk belajar banyak.

Hal tersebut dipicu lantaran pernyataan Puan yang membela habis-habisan Presiden Joko Widodo dalam meluncurkan ‘Tiga Kartu Sakti’. Puan berpendapat dasar hukum dari ketiga kartu sakti tersebut akan dibuat melalui Instruksi Presiden (Inpres) atau Keputusan Presiden (Keppres).

Puan Maharani jangan asal ngomong kalau tidak paham tentang sesuatu. Lebih baik dia belajar mengelola negara dengan benar,” kata Yusril, dalam keterangan persnya, Kamis (6/11).

Yusril mengatakan Puan dan Presiden Jokowi harus tahu bahwa inpres dan keppres bukanlah instrumen hukum di Indonesia.

Diakui mantan Mensesneg era Kabinet Indonesia Bersatu jilid I ini, inpres dan keppres memang sempat menjadi instrumen hukum pada era Presiden Soekarno dan Soeharto. Namun, setelah reformasi bergulir, sudah tidak lagi.

“Kini setelah reformasi, tidak digunakan lagi. Inpres hanyalah perintah biasa dari presiden dan keppres hanya untuk penetapan seperti mengangkat dan memberhentikan pejabat,” jelas Yusril.

Tiga kartu sakti yang sudah diluncurkan adalah Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). (IB/Bahaudin Marcopolo)

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Yusril Kritisi Puan”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<