Wisata di Garut, Dimanjakan Alam

Foto: digarut
Foto: digarut

Kabupaten Garut yang berada di Jawa Barat menyimpan berbagai potensi wisata, mulai dari alam sampai sejarah. Kabupaten Garut yang berdekatan dengan kota Bandung ini, kerap terlewati bila mengarah ke timur. Lebih dari sekedar perlintasan, Garut menyimpan berbagai potensi wisata.

Seperti salah satunya adalah Pantai Sayang Heulang yang berada di desa Mancagahar, kecamatan Pameungpeuk. Pantai Sayang Heulang memiliki garis pantai mencapai 3,5 km dan berpasir putih yang berada di tepian Samudera Hindia. Letak pantai ini sejauh 87 km dari kota Garut. Fasilitas di kawasan pantai ini sudah memadai, mulai dari restoran hinga penginapan.

Di dekat Pantai Sayang Heulang terdapat Pantai Santolo yang berada di kecamatan Cikelet. Jarak dari kota Garut mencapai 88 km atau sekitar 3,5 jam menggunakan kendaraan darat. Pantai yang berada di Garut Selatan ini lebih hidup dengan nelayannya yang merapat setelah mendapatkan ikan. Tak berbeda dengan Pantai Sayang Heulang, Pantai Santolo sudah menyediakan fasilitas bagi wisatawannya.

Garut memang dapat memanjakan wistawannya dengan panorama alamnya, seperti di Gunung Papandayan. Wilayah ini merupakan kawasan gunung berapi aktif seluas 10 hektar. Uap air keluar dari lubang-lubang kecil yang merupakan permukaan magma, uap air itu mengeluarkan suara-suara yang unik. Bila berada disini arahkan langkah ke Cigenah yang terdapat sumber air panas belerang yang berkhasit untuk kesehatan kulit. Sedangkan di Pondok Saladah wisatawan dapat melakukan perkemahan yang berada di dekat sungai Cisaladah.

Satu lagi atraksi wisata di Garut yang dapat dinikmati adalah Curug Orok yang ada di desa Cikandang, kecamatan Cikajang. Air terjun ini memiliki ketinggian 45 meter dengan wilayah ketinggian sekitar 250 meter dari permukaan laut dan berada di kaki Gunung Papandayan. Dengan ketinggian itu, membuat wilayah ini memiliki udara sejuk.

Sedangkan di Kawah Darajat dapat ditemukan sumber panas bumi yang dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik. Listrik yang dihasilkan dari wilayah ini kemudian didistribusikan ke Jawa dan Bali. Sejalan dengan perkembangan jaman, wilayah ini kemudian berubah menjadi salah satu tujuan wisata dengan dibangunnya fasilitas penginapan, restoran dan hiburan lainnya.

Atraksi alam lainnya yang diberikan oleh Garut adalah Situ Bagendit di desa Bagendit, kecamatan Banyuresmi. Situ Bagendit adalah danau alam yang berisikan berbagai aktivitas air, seperti perahu, sepeda air atau rakit. Pemandangan seputar Situ Bagendit sangat mempesona dan relatif masih alami.

Bila ingin menikmati atraksi wisata yang berbeda dapat datang ke kampung adat di Kampung Dukuh di desa Cijambe, kecamatan Cikelet. Menurut sejarahnya, kampung ini didirikan oleh Syekh Abdul Jalil dan masih menyimpan berbagai bentuk budaya Sunda, seperti rumah dan kehidupan masyarakatnya. Di kampung ini masih terekam dengan baik kearifan lokal masyarakat Sunda.

Terdapat pula Makam Godog yang diyakini sebagai makam Prabu Kian Santang, anak Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran. Letaknya berada di desa Lebak Agung, kecamatan Karangpawitan di lereng Gunung Karacak. Makam ini disebutkan dalam beberapa naskah kuno seperti Babad Godog, Babad Pasundan dan Wawacan Prabu Kian Santang Aji. Banyak peziarah menyambangi makam ini karena Kian Santang dianggap sebagai salah satu orang penyebar Islam di Jawa.

Di wilayah Cangkuang tepatnya di Kampung Pulo kecamatan Leles terdapat satu-satunya candi Hindu di tanah Sunda, Candi Cangkuang. Tak jauh dari situ terdapat makam Embah Dalam Arief Muhammad, leluhur desa Cangkuang sekaligus pemuka Islam. Candi ini dinggap dapat menjadi jembatan penelitian antara sejarah Purnawarman dan Pajajaran.

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Wisata di Garut, Dimanjakan Alam”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<