Wayang

Oleh : Nurul Utari

Wayang merupakan salah satu kesenian yang menjadi simbol identitas bangsa Indonesia. Wayang identik dengan masyarakat suku Jawa. Pada awalnya, kesenian ini memang hanya sekedar tontonan. Namun di era masuknya Islam ke Indonesia, wayang ternyata pernah digunakan sebagai media dakwah oleh Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.

Wayang memiliki banyak cerita. Bentuknya pun bermacam-macam, seperti wayang kulit dan wayang golek. Meskipun wayang adalah kesenian tradisional Indonesia yang cukup terkenal, mungkin banyak orang-orang yang belum pernah menyaksikan pertunjukan kesenian ini, terutama anak-anak muda yang tinggal di luar Pulau Jawa.

 

Macam-Macam Wayang

Sebenarnya di Indonesia ada 60 jenis wayang, namun banyak yang sudah punah. Hanya beberapa yang masih bisa bertahan. Berikut ini adalah beberapa jenis wayang yang masih bertahan hingga saat ini.

 

Wayang Kulit Purwa

Seperti namanya, wayang kulit terbuat dari kulit. Bentuknya sangat sederhana, yakni bentuk dua dimensi saja. Biasanya kulit yang digunakan adalah kulit kerbau. Kulit kerbau ini dilukis sesuai karakter yang diinginkan.

Setelah menggambar pola, tahap selanjutnya pemotongan kulit sesuai pola yang telah dibuat. Hasil potongan diberi warna dan corak hingga menyerupai tokoh tertentu dalam perwayangan. Warna yang digunakan untuk mengecat wayang adalah warna emas, sedangkan warna lain digunakan untuk pakaiannya.

 

Wayang Golek Sunda

Wayang golek berasal dari Sunda, terbuat dari kayu dan berbentuk 3 dimensi. Tahap pembuatannya diawali dengan mengukir kayu sedemikian rupa, sesuai karakter yang diinginkan. Agar lebih mirip, ditambahkan aksesoris tertentu seperti pakaian, hiasan kepala, atau aksesori pelengkap lainnya.

Wayang golek memerankan banyak tokoh. Jika dalam wayang kulit seorang dalang hanya bisa menghasilkan bayangan dengan menggerak-gerakkan kaki dan tangannya saja, dalam wayang golek, seorang dalang bisa menggerak-gerakkan kepalanya juga sehingga bisa terlihat mengangguk-angguk. Karakter wajahnya pun lebih terlhat lebih jelas dibandingkan dengan wayang kulit.

 

Wayang Orang

Wayang orang merupakan suatu pertunjukan wayang yang diperankan oleh orang sungguhan. Namun para pemain ini didandani layaknya tokoh pewayangan yang diperankan.

Bagi orang yang belum pernah menonton wayang, pertunjukan wayang orang mungkin lebih cocok karena lebih mudah dipahami. Alur cerita langsung diperankan oleh manusia, sehingga penonton lebih mudah memahaminya.

 

Komponen Pertunjukan Wayang

Layar

Wayang kulit biasanya dimainkan pada malam hari dengan menggunakan layar bewarna putih sebagai latar belakangnya. Layar tersebut dilengkapi pencahayaan pada intensitas tertentu sehingga akan menghasilkan bayangan. Memang, hal ini sesuai dengan asal-usul kata kata wayang, yang berarti bayang.

 

Dalang

Wayang dimainkan oleh seorang dalang. Dalang inilah yang menggerak-gerakkan wayang dan sekaligus menjadi pengisi suara. Seorang dalang tidak hanya memainkan satu buah wayang saja, tapi seluruh tokoh wayang yang ada di dalam cerita.

Disinilah letaknya keahlian seorang dalang. Seorang dalang harus bisa mempertontonkan dua gerakan atau lebih sekaligus dan bisa mengeluarkan suara yang berbeda-beda untuk setiap tokoh wayang.

Wayang bukan hanya suatu hiburan semata. Wayang memiliki makna tersendiri dalam setiap elemen pertunjukannya. Tempat peletakan wayang-wayang mewakili bumi, tempat tinggal para tokoh dalam cerita

Layar putih yang digunakan sebagai latar belakang menyimbolkan langit. Peletakan wayang pun memiliki makna tersendiri. Wayang mempunyai karakter yang baik ditempatkan di sebelah kanan dan watak atau karakter yang buruk akan ditempatkan di sebelah kiri. Pada kebanyakan cerita wayang, akhir cerita tidak selalu ditandai dengan kalahnya tokoh jahat.

 

Tokoh dan Cerita Perwayangan

Dalam cerita perwayangan, ada beberapa tokoh atau karakter yang cukup terkenal. Di antaranya adalah Arjuna, Anoman, Bagong, Bima, Brahma, Cakil, Gareng, Petruk, Semar, Rama, Sinta dan masih banyak lagi. Tokoh-tokoh tersebut merupakan tokoh dari wayang kulit. Sedangkan untuk wayang golek tokoh perwayangan yang terkenal termasuk cepot dan sejumlah tokoh lainnya.

Pertunjukan wayang biasanya menceritakan kisah-kisah kerajaan di masa lalu. Namun agar lebih menarik, kisah-kisah zaman kerajaan yang dipertontonkan melalui wayang biasanya diselingi dengan guyonan-guyonan yang dapat membuat penontonnya tertawa. Sebut saja tokoh-tokoh wayang seperti Semar, Petruk, atau juga Gareng. Tokoh-tokoh ini dibuat seunik mungkin. Mereka bertindak sebagai penasehat raja-raja yang penuh dengan guyonan dan canda-tawa.

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Wayang”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<