Topeng Bali Untuk Ritual atau Kolektor

topeng-bali

Pembuatan topeng tradisional oleh masyarakat Bali awalnya bertujuan sebagai salah satu perangkat yang berhubungan dengan ritual keagamaan, yang dilaksanakan dalam bentuk tari topeng. Tari topeng adalah media yang digunakan untuk melakukan pemujaan kepada dewa-dewa.

 

Dewa-dewa dipercaya akan hadir dalam sosok para penari yang mengenakan topeng dengan berbagai macam karakter. Topeng merupakan keharusan dalam tari yang berhubungan dengan ritual keagamaan yang pada umumnya menceritakan kisah sejarah yang disebut Babad.

 

Seiring dengan perkembangan zaman, sekarang ini topeng mempunyai fungsi yang lebih luas dari pada hanya sebagai perlengkapan menari, melainkan juga sebagai benda seni yang dikoleksi karena memiliki nilai tinggi dan sebagai hiasan yang digemari karena keunikan dan keindahannya.

 

Topeng yang dibuat untuk tujuan komersil tentu telah mengalami perkembangan bentuk dari pakem tradisionalnya, misalnya dengan mengutamakan penggunaan warna yang lebih menarik dan diminati wisatawan, atau dengan bentuk yang lebih indah. Tetapi ada juga beberapa daerah penghasil topeng tradisional yang setia dengan pakem yang telah ditetapkan secara turun temurun.

 

Membuat topeng untuk ritual keagamaan atau untuk memenuhi pesanan dari kolektor benda seni tentu lebih sulit dari pada membuat topeng untuk pajangan biasa. Biasanya, topeng untuk kepentingan ini berharga lebih mahal. Betapa tidak, pengrajin topeng harus melakukan bermacam-macam ritual dan puasa terlebih dulu untuk menghasilkan karya seni bermutu tinggi yang seolah mempunyai “roh”.

 

Semakin kuat tokoh yang digambarkan dan semakin rumit ukiran pada topeng itu, maka waktu yang dibutuhan untuk membuat topeng pun akan semakin lama dan harganya akan semakin mahal. Untuk satu buah topeng koleksi seperti itu bisa dipatok harga hingga dua juta rupiah dan bahkan lebih. Sedangkan untuk topeng hiasan biasanya hanya dibandrol dengan harga 100 ribu hingga maksimal 500 ribu.

 

Karakter

  • Topeng keras adalah topeng yang menggambarkan karakter prajurit atau petarung pada tari topeng.
  • Topeng tua adalah topeng yang menggambarkan sosok sesepuh.
  • Topeng ratu adalah topeng yang melukiskan figur dari kalangan ningrat.
  • Topeng Bondres adalah topeng yang melukiskan tentang rakyat jelata.

 

Tari Bondres

Tari topeng Bondres adalah jenis kesenian tari yang bukan diperuntukkan sebagi ritual keagamaan melainkan lebih bertujuan sebagai hiburan. Cerita pada teater tradisional ini tidak mengikuti pakem cerita babad dengan setia. Humor dan kejenakaan pemain adalah unsur yang lebih banyak ditonjolkan pada pementasan drama tari ini.

 

Dengan mengenakan pakaian adat Bali, para pemain menyelipkan berbagai pesan moral berdasarkan filosofi agama Hindu, kritik sosial, permasalahan adat dan lain sebagainya dengan cara yang jenaka. Jenis kesenian drama tari ini menggunakan topeng dengan karakter Ratu, penasar Kelihan tua, Penasar Cenikan Muda, Topeng Pengelembar, Bondres.

 

Banjar Puaya

Banjar Puaya Desa Batuan Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar Bali adalah salah satu pusat pengrajin topeng tradisional Bali yang hingga saat ini masih tetap membuat topeng berdasarkan pakem tradisional. Sebagian besar masyarakat di daerah ini bermata pencaharian sebagai pengukir topeng Bali atau yang dalam bahasa daerah disebut sebagai tapel. Selain itu, desa Mas di Ubud dahulu juga merupakan sentra industri kerajikan topeng tradisional Bali

 

Kayu Tertentu

Para pengrajin biasanya menggunakan kayu dari berbagai jenis pohon sesuai dengan karakter topeng yang hendak dibuatnya karena setiap jenis kayu memiliki tampilan dan sifat yang berbeda-beda. Terdapat lima jenis kayu yang umum digunakan oleh para pengrajin topeng untuk menghasilkan topeng, yaitu kayu Pulai, kayu Bentawas, kayu Panggal Buaya, dan kayu Jempinis.

 

Usaha Topeng

Industri rumahan kerajinan topeng tradisional Bali pernah mengalami masa kejayaan pada tahun 2000-an. Seorang pengusaha industri kerajinan topeng dapat memperoleh 5000 pesanan untuk diekspor ke mancanegara setiap bulannya. Topeng tradisional yang masih menarik minat para wisatawan hingga sekarang adalah topeng dengan karakter wajah seram seperti Barong dan Rangda.

 

Sayangnya akibat peristiwa bom Bali yang terjadi pada tahun 2002 dan 2004, omzet penjualan topeng tradisional Bali turun drastis. Krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun 2008 turut memperparah keadaan karena perdagangan internasional pun lesu, sehingga nilai eksport semakin berkurang, sementara masyarakat lokal kurang meminati benda bernilai seni ini.

 

Masyarakat pengrajin topeng pun semakin pesimis dengan kondisi ini sehingga banyak yang beralih mata pencaharian menjadi pengrajin patung. Tentuny sangat disayangkan, karena regenerasi pengrajin topeng akan semakin sulit dilakukan dan akibatnya akan semakin sulit pula melestarikan budaya tradisional yang unik ini.

 

Sebaliknya, jika permintaan ekspor topeng tradisional Bali mengalami kemunduran, pemesanan kerajinan topeng modifikasi justru mendapat angin segar. Yang dimaksud dengan topeng modifikasi adalah topeng dengan gaya campuran antara tradisional dan modern, topeng dengan bentuk karakter wajah manusia namun dipahat secara abstrak, dan topeng dengan tema perayaan internasional misalnya Halloween.

 

Negara-negara pengimpor kerajinan topeng dari Bali ini adalah Spanyol, Italia, dan Prancis.  Selain diekspor, kerajinan topeng ini juga diminati oleh para wisatawan mancanegara yang biasanya membeli dalam jumlah banyak sebagai oleh-oleh. (Dyah Nasiratus SA)

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Topeng Bali Untuk Ritual atau Kolektor”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<