Tersangka Baru Korupsi di PT Pos Indonesia

pos-indo1

JAKARTA, inibangsaku.com – Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Budi Setiawan (BS) ditetapkan sebagai tersangka baru oleh pihak Kejaksaan Agung terkait kasus pengadaan portebel data terminal (PDT) tahun anggaran 2012-2013.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony Spontana mengatakan, BS ditetapkan sebagai tersangka sekitar pekan lalu.

“Pekan lalu Dirut PT Pos kita jadikan tersangka,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Tony Spontana kepada wartawan di kantornya, Selasa (4/11).

Menurut Tony, penetapan BS hasil dari pengusutan dua tersangka sebelumnya dari PT Pos Indonesia, yakni berinisial (M) selaku ketua penerima barang, serta dari kalangan swasta yakni Dirut PT Datindo berinisial (EC).

“Jadi menyusul penentapan tersangka sebelumnya, jadi sudah ada dua Dirut BUMN yang kita jadikan terasangka,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam kasus ini penyidik Kejaksaan Agung melakukan penyitaan sebanyak 1.675 unit Portable Data Terminals (PDT) merk Intermec di Kantor Pos Indonesia, Jalan Lapangan Banteng, Jakpus beberapa waktu lalu. ‪Penyitaan dilakukan di sebuah gudang di lantai 6 gedung utama PT Pos Indonesia.

Menurut Kasubdit Tindak Pidana Korupsi Jampidsus Kejagung, Sarjono Turin, pengadaan ini dilakukan tahun anggaran 2013 senilai Rp 10,5 miliar.

Penyidikan kasus ini berawal dari laporan yang diterima Kejagung terkait dugaan korupsi pengadaan jasa layanan informasi dan komunikasi pada periode 2013 di PT Pos Indonesia dengan kerugian negara mencapai Rp 50 miliar dari Forum Pusat Kajian Strategis Pemberdayaan Monitoring Rakyat (PUKAS DAMOR).‬

Diduga ada peran dari pimpinan PT Pos sebelumnya I Ketut Mardjana. Pimpinan PT Pos saat itu sengaja memilih mitra pengadaan sarana komunikasi yang tidak sesuai dengan kepakaran.‬ Bahkan pengadaan ini melibatkan salah satu perusahaan yang diduga ditunjuk langsung direksi sebagai vendor PT Bhakti Wasantara Net (anak perusahaan PT Pos Indonesia).‬
‪Pengadaan lain yang diduga bermasalah adalah Link Koneksi Warung Mayarakat Informasi (Warmasif) yang dilakukan penunjukan langsung pada 16 Oktober 2009. Selain itu masih ada pekerjaan pengadaan infrastruktur jaringan dedicated connection PT Pos Indonesia.‬ (IB/Bahaudin Marcopolo)

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Tersangka Baru Korupsi di PT Pos Indonesia”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<