Terowongan dan Jembatan KA Peninggalan Belanda

terowongan_wilhelmina

Staatsspoorwegen (SS), perusahan perkereta-apian jaman kolonial, memberikan jejak sejarahnya di Indonesia. Khususnya di pulau Jawa SS membangun jaringan rel kereta yang sangat panjang dengan berbagai terowongan dan jembatan yang masih dapat disaksikan sampai saat ini.

Seperti salah satunya adalah Terowongan Wilhelmina yang memiliki panjang 1.208 meter. Menjadikan terowongan ini sebagai terowongan kereta api terpanjang di Indonesia. Terowongan ini dikenal oleh masyarakat lokal dengan sebutan Terowongan Sumber.  Nama terowongan itu sendiri diambil dari nama ratu Kerajaan Belanda, Wilhelmina Helena Pauline Maria yang bertahta pada 1890 – 1948.

Hanya saja karena sudah sangat tua dan tak terurus maka dari sisi pemeliharaan terlupakan. Seperti lampu-lampu yang sudah tidak berfungsi lagi, membuat terowongan ini sangat gelap. Terowongan Wilhelmina  ada di wilayah Desa Emplak, Ciamis, Jabar. Lokasi terowongan ini bersebelahan dengan sebuah air terjun sehingga menarik untuk dikunjungi, sayangnya belum ada jalur yang bersahabat yang memudahkan untuk mencapai ke sana.

Selain Terowongan Wilhelmina adapula Terowongan Juliana yang berjarak satu kilometer ke arah utara dari Terowongan Wilhelmina. Terowongan Juliana ini hanyalah terowongan pendek berjarak 100 meter saja. Karena sudah tidak aktif digunakan sebagai jalur perkereta-apian maka warga masyarakat memanfaatkannya sebagai akses jalan. Bahkan dapat  pula digunakan untuk perlintasaan kendaraan bermotor seperti mobil.

Terowongan ini merupakan bagian dari jalur kereta wisata pada jaman dahulu yang merupakan percabangan dari jalur kereta Bandung – Jogjakarta. Hampir tigadasawarsa jalur ini ditutup –ditutup pada tahun 1986, namun pemandangan alamnya sungguh memukau. Seandainya jalur ini diaktifkan lagi –tentu membutuhkan biaya besar untuk menghidupkan kembali, pesona alam sepanjang perjalanan dapat menjadi atraksi wisata yang berbeda. Pada tahun 1996, ada upaya dari pemerintah untuk menghidupkan kembali jalur ini, sayang karena terpaan krismon di tahun 1998, jalur ini kembali di-non aktifkan.

Selain terowongan terdapat pula jembatan-jembatan kokoh yang memberikan pemandangan alam layaknya lukisan. Seperti Jembatan Cikacepit yang berada pada ketinggian 100 meter dan memiliki panjang 1.250 meter. Bayangkan melintasi jembatan dengan panjang lebih satu kilometer, memang mendebarkan jantung tapi memiliki pemandangan penuh pesona. Berbahaya namun indah. Adapula Jembatan Ciputrapinggan yang memberikan pesona pemandangan Lautan Hindia. Pada jamannya jalur ini memiliki fungsi sebagai jalur pariwisata bagi warga Belanda, jalur ekonomi dan keperluan pertahanan militer.

Jalur kereta di wilayah selatan lainnya yang menyimpan pesonanya adalah Jembatan Cirahong –memiliki panjang sekitar 202 meter, yang ada di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya – Kabupaten Ciamis. Jembatan yang berada di wilayah Manonjaya ini melintasi sungai Cintanduy. Jembatan Cirahong dibangun pada 1838 memiliki dua tingkat. Tingkat atas difungsikan sebagai jalur kereta, sedangkan pada tingkat bawah untuk kendaraan bermotor.

Selain terowongan dan jembatan, jalur selatan ini memiliki stasiun-stasiun yang tercatat dalam sejarah. Seperti Stasiun Banjar difungsikan sebagai stasiun pergantian lokomotif. Lokomotif yang datang dari Jogjakarta merupakan lokomotif yang melayani jalur datar (D52). Untuk dapat memasuki wilayah Bandung dengan kondisi geografi pegunungan dan cenderung menanjak maka diganti dengan lokomotif CC50.

Kemudian Stasiun Cibatu, Garut, yang pernah disambangi oleh Presiden Sukarno pada tahun 1946. Sedangkan di tahun 1927 Charlie Chaplin pernah datang di stasiun ini bersama aktris Mary Pickord. Kemudian di tahun 1935, ia kembali datang dengan isterinya, Paulette Goddart.

Jalur Cibatu ini dikenal dengan istilah Swiss van Jawa karena berada pada ketinggian 1200 meter plus pemandangan alamnya yang mempesona. Stasiun Cibatu merupakan stasiun yang membuka jalur Cicalengka, Cilacap dan Cikajang.

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Terowongan dan Jembatan KA Peninggalan Belanda”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<