Tanah Abang Asalnya Pabrik Gula

Pasar_Tanah_Abang1

JAKARTA, inibangsaku.com – Terletak di pusat Jakarta, kawasan Tanah Abang kini menjadi salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia. Sejak dahulu kala hingga kini daerah tanah abang selalu menjadi basis sentra ekonomi. Di zaman dahulu kala wilayah Tanah Abang dijadikan perkebunan tebu lengkap dengan penggilingannya. Dan kini kawasan Tanah Abang menjadi sentra ekonomi industri tekstil dan merupakan salah satu pasar terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Ada banyak versi mengenai nama dan asal-usul Tanah Abang. Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa nama Tanah Abang diberikan oleh Pasukan Mataram saat mereka datang menyerbu Batavia selama dua kali dalam rentang waktu 1628-1629.

Kala itu Bala Tentara Mataram menyerbu Batavia bukan hanya melalui jalur laut, melainkan juga menempuh jalur darat. Dalam bahasa Jawa, kata Abang berarti merah. Dan kala itu kondisi di sekitar Tanah Abang, tanahnya berwarna merah.

Rachmat Ruchiat dalam bukunya berjudul ‘Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta’ menjelaskan nama Tanah Abang baru mencuat ke permukaan pada tahun 1648, tepatnya ketika seorang juragan Keturuan Tonghoa bernama Phoa Bingham menetap di kawasan tersebut.

Atas izin pemerintah kolonial Belanda Phoa membabat alas kawasan Tanah Abang dan menjadikkanya sebuah pabrik gula lengkap dengan mesin penggilingan, tenaga kerja dan ladang tebunya yang cukup luas.

Setelah Phoa Bingham meninggal pada tahun 1733, kawasan Tanah Abang menjadi milik Justinus Vinct yang kala itu menjadi penguasa tunggal Pasar Senen. Pasca dikuasai Vinct, kawasan Tanah Abang diubah menjadi pasar. Untuk mempermudah kegiatan perekonomian ia membangun sebuah jalan yang menghubungkan Pasar Senen dan Tanah Abang, melewati Kwitang, Prapatan dan Kampung Lima.  (IB/Bahaudin Marcopolo)

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Tanah Abang Asalnya Pabrik Gula”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<