Susi Terjemahan Kemauan Jokowi

Susi-Pudjiastuti1

JAKARTA, inibangsaku.com – Pemikir politik dan sosial Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai baru Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang mampu menterjemahkan ide dan gagasan presiden Joko Widodo.

“Saya apresiasi kinerja Menteri Susi yang berani lakukan terobosan,” kata Karyono dalam sebuah diskusi publik di Jakarta, Rabu (12/11).

Karyono yang juga mantan aktivis GMNI menambahkan salah satu kinerja dan keberanian menteri Susi adalah melakukan moratorium kapal ikan besar, transaksi harus di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dengan tujuan hasil tangkapan ikan terdata dan meningkatkan pendapatan nelayan.

Bahkan Susi berjanji akan mundur sebagai Menteri jika ia gagal mengemban amanat presiden Joko Widodo.

“Dia bergerak cepat, Nampaknya baru Menteri Susi yang mampu terjemahkan keinginan Jokowi,” tambah Karyono menegaskan.

Masih kata Karyono keberanian Susi yang menyarankan Indonesia mundur dari forum G 20 juga layak diapresiasi. Usulan yang dilontarkan Susi dilandasi fakta bahwa masuknya Indonesia dalam forum negara perekonomian ternyata berdampak buruk bagi bangsa Indonesia.

“Dia itu cerdas. Dia ungkap kerugian Indonesia dalam forum global,” tambah Karyono menegaskan.

Dikonfirmasi apakah menteri Susi mempunyai aura besar untuk tampil sebagai pemimpin masa depan, Karyono menilai Menteri harus terlebih dahulu membuktikan kinerjanya sebagai Menteri.

“Kalau dia jadi next leader saya rasa terlalu terburu-buru kita tarik kesimpulan. Yang jelas para menteri dalam Kabinet Kerja harus meniru langkah cepat susi,” demikian Karyono.

Diberitakan sebelumnya Susi mengatakan Indonesia seharusnya keluar dari organisasi G20 karena Indonesia selalu menuai kerugian, terutama di sektor perikanan. Menurut Susi, impor hasil perikanan dan kelautan Indonesia dibebani tarif 14 persen.

Susi mencontohkan, ekspor ikan tuna Indonesia mencapai US$700 juta. Karena dikenai tarif impor, Indonesia kehilangan pendapatan US$105 juta. Begitu juga dengan komoditas udang. Indonesia kehilangan US$150 juta dari total ekspor US$ 1,5 miliar.

Untuk itu, kata Susi, Indonesia lebih baik keluar daripada menjadi penggembira dalam kelompok G20. Susi mengatakan lebih baik menjadi negara berkembang agar memperoleh pemasukan yang signifikan.

“Nanti saat rapat kabinet akan saya minta langsung ke presiden,” ujar Susi. (IB/Bahaudin Marcopolo)

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Susi Terjemahan Kemauan Jokowi”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<