Surya Paloh dan Kredit Macet PT. CGN

249504_09175421112014_surya_paloh_melamun

JAKARTA, inibangsaku.com – Desakan untuk menyelesaikan berbagai kasus mangkrak di Kejaksaan Agung terus disuarakan berbagai elemen masyarakat sipil. 

Pasca pelantikan Jaksa Agung baru HM. Prasetyo ekspektasi publik terhadap korps Adhyaksa untuk menegakkan hukum dan membuka kasus-kasus lama semakin besar. Salah satu kasus menarik yang menyita perhatian publik adalah kasus kredit macet PT. Cipta Graha Nusantara (CGN) dengan total dana sebesar Rp 160 miliar. 

Kasus ini merupakan salah satu kasus yang mangkrak pengusutannya dengan melibatkan beberapa pihak termasuk Ketua Umum Partai Nasional Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Palloh. 

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Widyo Pramono mengatakan saat ini pihaknya sedang menyelusuri kasus-kasus lama untuk dibuka kembali, termasuk kasus kredit PT CGN.  

“Tunggu dulu, ada proses yang harus dilalui. Jadi semuanya perkara-perkara kita sisir, untuk sementra yang  itu kita belum dapat infonya,” kata Widyo kepada wartawan usai acara pelepasan Basrief Arief sebagai Jaksa Agung yang posisinya digantikan HM Praseyto di Gedung Kejakgung Jakarta, Kamis (27/11). 

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan semua perkara yang tengah diusut oleh pihaknya akan menjadi prioritas untuk ditangani. 

“Kita akan lakukan lagi pemotretan lagi terhadap kasusnya. Semuanya akan jadi prioritas,” kata bekas Politisi Partai NasDem tersebut.  

Mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 asal Partai NasDem tersebut  sebelumnya  berjanji akan mengusut kasus kredit macet PT. CGN  termasuk menyeret seluruh pihak yang terlibat, tak terkecuali Surya Paloh “bosnya” di partai. 

“Nanti kita akan bicarakan dengan Jampidsus dimana kendala, hambatan, permasalahannya. Kita urai satu persatu, lalu kita ambil langkah selanjutnya seperti apa,” tandas Prasetyo. 

Namun karena baru menjabat, mantan Jampidum ini belum mendalami berbagai kasus yang ditangani Kejaksaan Agung, termasuk buronan Saiful, Komisaris PT CGN yang menjadi terpidana dalam kasus kredit tersebut. 

“Buronan kita akan usahakan tangkap. Saya gak kenal Saiful, kita lakukan sungguh-singguh,” ujar Prasetyo. 

Sekedar kilas balik Pada 11 Juli 2006 lalu, Surya Palloh yang juga bekas politisi senior Partai Golkar  menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan penyalahgunaan kredit Bank Mandiri karena stasiun televisi miliknya dikabarkan menerima kredit dari PT CGN sejumlah Rp 160 miliar. 

Penyidik meminta keterangan saksi Surya Paloh untuk 3 tersangka dari PT CGN masing-masing, Direktur Utama Edison, Komisaris Saiful, dan Direktur Keuangan Diman Ponijan. Ketiganya sempat ditahan di Rumah Tahanan Kejaksaan Agung.  

Saat itu tim penyidik kejaksaan agung fokus memeriksa bos Metro TV ini dalam hal pembelian dan penjualan aset PT Tahta Medan oleh PT Tri Manunggal Mandiri Persada (PT TMMP) yang merupakan perusahaan afiliasi dengan Media Grup. Aset PT Tahta Medan dibeli BPPN dan dijual ke PT Azalea Limited Rp 160 miliar. (IB/Bahaudin Marcopolo)

You may also like...

0 thoughts on “Surya Paloh dan Kredit Macet PT. CGN”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<