Sejarah Senen

jakarta06

JAKARTA, inibangsaku.com – Saat ini kawasan Senen menjadi salah satu Kecamatan di Kotamadya Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta.

Rachmat Ruchiat dalam bukunya berjudul ‘Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta’  menjelaskan nama Senen bermula dari sebuah pasar yang dibangun oleh Kolonial Belanda pada masa penjajahan dahulu kala.

Pasar Senen sendiri dibangun oleh Justinus Vinct dan dahulu dikenal dengan sebuat Grote Zuiderweg. Pada mulanya pasar tersebuy hanya buka seminggu satu kali, yaitu pada Hari Senin. Atas dasar itulah, pasar tersebut diberikan nama Pasar Senen.

Namun demikian seiring dengan perjalanan waktu dan ramainya penduduk di Batavia, jumlah pengunjung Pasar Senin terus bertambah. Dan pada tahun 1766 pemerintah colonial Belanda memutuskan kegiatan ekonomi di Pasar Senin bukan hanya berlangsung sekali sepekan, melainkan setiap hari, atau 7 hari dalam seminggu.

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Gubernur Jenderal Belanda Baron Van Imhoff (1743-1750) membuat jembatan penghubung yang menghubungkan kawasan Senen dengan Tanah Abang.

Seiring dengan perkembangan waktu, pasar Senen segera berbenah diri. Setelah terjadi kebakaran hebat pada tahun 1826, seluruh bangunan di Pasar Senen segera berubah menjadi bangunan yang berbentuk tembok. Baik pedagang dan warga sekitar perlahan mulai meninggalkan rumah petak yang terbuat dari kayu.

Hingga kini kawasan Pasar Senen menjadi salah satu pasar Tradisional yang terus dibina dan dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (IB/Bahaudin Marcopolo)

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Sejarah Senen”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<