Sejarah Kota Bandung

gd

IniBangsaku – Pusat Mode, WIsata, dan Kuliner

Bandung adalah ibukota Provinsi Jawa Barat. Kota Bandung merupakan Kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Kota ini juga dikenal dengan nama Paris Van Java, yakni, Paris-nya Indonesia atau pusat mode Indonesia, dan Kota Kembang, karena Kota ini adalah tempat beradanya wanita-wanita Sunda yang terkenal dengan kecantikan dan keanggunannya.

Tidak hanya itu, tempat-tempat wisata yang ada di Bandung selalu menarik perhatian wisatawan.  Sebut saja Gunung Tangkuban Perahu dan Kawah Putih, belum lagi pusat-pusat perbelanjaan dan industry garment yang sangat populer di daerah ini. Akibatnya, Bandung tidak pernah sepi dari yang namanya wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Sebelum menjadi kota yang seperti sekarang ini, Bandung telah melalui sejarah yang panjang, mulai dari.sejarah kejayaan raja-raja terdahulu hingga sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Asal usul nama Kota Bandung

Menurut catatan sejarah, nama Bandung berasal dari kata bendungan atau bendung. Hal ini dapat dikaitkan dengan keberadaan Sungai Citarum di wilayah ini. Pada saat itu, Sungai Citarum terbendung oleh lava dari Gunung Tangkuban Perahu dan kemudian membentuk telaga.

Namun sebagian masyarakat mengatakan bahwa nama Bandung ini diambil dari nama sebuah kendaraan air yang terdiri atas dua perahu. Perahu ini kemudian diikat berdampingan dan dikenal dengan nama Perahu Bandung. Perahu tersebut digunakan oleh bupati Bandung, R.A Wiranatakusumah II, untuk melayari Citarum guna mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru sebaga pengganti ibukota yang lama yaitu Dayeuhkolot.

Menurut filosopi Sunda, kata Bandung juga berasal dari pepatah “Nga-Bandung-an Banda Indung”. Kalimat ini dianggap sebagai kalimat dari leluhur dan sangat sakral karena mengandung nilai-nilai ajaran Sunda.

“Nga-Bandung-an” berarti menyaksikan atau bersaksi. “Banda” berarti sesuatu yang berada di alam dan bumi serta atmosfer, termasuk mahluk hidup dan benda mati. Sedangkan “indung” adalah bumi atau disebut juga ibu pertiwi – tempat  segala benda-benda berada.

Makna dari pepatah ini adalah: bahwa segala sesuatu yang dilahirkan baik benda hidup maupun mati, berasal dari bumi ataupun alam; langit sebagai sesuatu yang berada di luar bumi merupakan tempat yang menyaksikan. Jadi, kata Bandung sendiri mempunyai makna yang nilainya sangat tinggi sesuai ajaran-ajaran terdahulu.

 

Kerajaan Padjajaran

Menurut sejarah, di Bandung terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Kerajaan Padjajaran. Kerajaan Padjajaran berdiri pada tahun 1488 yang dipimpin oleh Prabu Siliwangi dan bertahan selama beberapa abad. Kerajaan besar ini mengalami beberapa kali pergantian pemimpin. Kerajaan Padjajaran lah yang diyakini sebagai cikal-bakal Kota Bandung

 

Era Penjajahan Belanda

Pada tahun 1799, Kota Bandung dikuasai oleh Belanda. Pada saat itu, Bandung dipimpin oleh seorang Bupati yang bernama R.A Wiranatakusumah II. Cerita terus berlanjut hingga akhirnya Belanda mengangkat seorang Gubernur Jenderal yang bernama Herman Willem Daendels di nusantara pada tahun 1808.

Gubernur Jenderal Daendels merupakan orang yang sangat berpengaruh terhadap pembangunan Bandung. Daendels melakukan pembangunan yang cukup besar, seperti pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya. Selanjutnya pada tahun 1809, ibu kota Jawa Barat yang tadinya berada di daerah Karapyak, dipindahkan ke Cikapundung dan Andawadak oleh bupati.

Daendels pernah menancapkan tongkat di pinggir Sungai Cikapundung. Tongkat tersebut ditancapkan berseberangan dengan alun-alun Kota Bandung. Saat melakukan hal tersebut, Daendels berpesan bahwa agar ketika ia datang kembali ke tempat tersebut, sudah harus ada sebuah kota yang terbangun. Kini tempat tersebut menjadi titik pusat dari Kota Bandung.

 

Pemindahan Ibukota ke Bandung

Kota Bandung adalah salah satu kota bersejarah di Indonesia. Pada Tanggal 25 Mei 1810, Daendels meminta kepada bupati dan parakanmuncang untuk memindahkan ibu kota Jawa Barat ke tempat Ia menancapkan tongkat tadi. Akhirnya, pada tanggal 25 september 1810, Daendels pun mengeluarkan surat keputusan tentang pemindahan ibu kota ke Bandung serta mengangkat Raden Suria sebagai patih parakanmuncang yang baru.

Tanggal 25 september pun akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi kota Bandung dan menjadikan R.A Wiranatakusumah sebagai The founding father. Saat ini, nama R.A Wiranatakusumah diabadikan sebagai nama pengganti untuk jalan Cipaganti. Daerah ini daerah menjadi kawasan tempat tinggal bupati sewaktu bukota pindah ke alun-alun Kota Bandung saat ini.

Bandung baru mendapat sebutan gemeente atau kota secara resmi dari Gubernur Jenderal J.B Van Heutsz pada tanggal 1 april 1906. Pada saat, itu luas wlayahnya hanya sekitar 900 ha. Barulah kemudian pada tahun 1949, luas wilayah bertambah menjadi 8000 ha dan terus bertambah hingga mencapai luasnya saat ini.

 

Masa Kemerdekaan Republik Indonesia

Rakyat Bandung pernah berjuang pada masa kemerdekaan tepatnya pada tanggal 24 maret 1946. Pada hari tersebut terjadi perang secara besar-besaran dalam rangka perebutan kembali kemerdekaan RI. Peristiwa tersebut saat ini dikenal sebagai Bandung Lautan Api. Peristwa Bandung Lautan Api diabadikan melalui lagu halo-halo Bandung. Karena keadaan Bandung yang begitu parah pada saat itu, maka beberapa penduduk pun sempat meninggalkan kota ini dan mengungsi ke tempat lain.

Di kota ini juga pernah diadakan konferensi besar pada tanggal 18 april 1955 yang dikenal dengan nama konferensi Asia Afrika. Konferensi ini bertempat di Gedung Merdeka atau yang dahulu dikenal dengan nama Concordia. (ary)

 

by. utari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Sejarah Kota Bandung”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<