Sejarah Islam di Indonesia

Oleh : Andi Nabila Amelia

 

Seperti yang kita ketahui Islam adalah agama mayoritas di negeri ini. Meskipun agama pertama yang dianut oleh masyarakat negeri ini adalah Hindu akan tetapi Islam justru mengalami perkembangan yang cukup pesat sejak awal kemunculannya.

Bagaimana awalnya masyarakat Indonesia berkenalan dengan Islam dan bagaimana Islam kemudian berkembangan di negeri ini? Berikut sekilas catatan sejarahnya:

 

Bukti-bukti masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia

Tidak ada sesuatu yang instan yang bisa bertahan lama. Sama halnya dengan proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia. Butuh waktu beratus-ratus tahun dalam menyebarkan Islam secara damai di Indonesia sebelum akhirnya menjadi agama yang dianut oleh sebagian besar masyarakat.

Bukti-bukti yang memperlihatkan bahwa Islam sudah ada di Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu antara lain:

Batu nisan Fatimah binti Maimun

Batu nisan Fatimah Binti Maimun ditemukan di Leran (Gresik) pada tahun 1084 M. Pada batu nisan itu ditemukan tulisan Arab dan berangka 475 Hijriah atau 1084 M. Bisa dikatakan tahun tersebut sezaman dengan masa Kerajaan Kediri dan menjadi bukti bahwa Islam sudah masuk di daerah Jawa Timur sejak masa itu.

 

Berita dari Marcopolo pada tahun 1292 M

Pria asal Venesia, Italia ini dalam perjalanannya dari Cina ke Romawi dan sebaliknya sempat singgah di Sumatera bagian Utara. Dalam catatan perjalanannya dituliskan bahwa sudah ada beberapa kerjaan Islam di daerah tersebut, seperti Kerjaan Fansur, Barus, Perlis, Lamuri, Perlak dan Samudra Pasai.

 

Makam Sultan Malik al Shaleh pada tahun 1297 M

Penemuan makan ini memperkuat pendapat bahwa Islam sudah masuh ke Indonesia sejak dulu. Batu nisan makam yang terbuat dari batu pualam asal Gujarat dan tulisan tahun 676 Hijriah. Selain itu penggunaan gelar “sultan” untuk seorang raja yang identik dengan Islam.

 

Berita dari Ma-huan pada tahun 1416 M

Ma-huan yang mengikuti pelayaran Laksamana Cheng-Ho pada tahun 1400-an menuliskan bahwa pada saat itu sudah ada saudagar Islam yang bertempat di Pantai Utara Gresik.

 

Kompleks Makam Tralaya di Trowulan, Mojokerto pada tahun 1369 M

Pada kompleks makam tersebut ditemukan makam-makan Islam bertuliskan tahun 1369 sampai dengan tahun 1611. Hal ini membuktikan bahwa Islam sudah ada di Trowulan yang tidak lain merupakan ibukota Kerajaan Majapahit pada saat itu.

Dengan kata lain sudah ada masyarakat yang menganut Islam pada masa kejayaan kerajaan majapahit tersebut.

 

Saluran penyebaran Islam

Islam masuk dan berkembang di Indonesia melalui beberapa cara. Berikut beberapa di antaranya:

 

Perdagangan

Sejak abad ke-7 hingga abad ke-16 lalu lintas perdagangan antara Asia dan Eropa berkembang pesat. Para pedagang dari Eropa, Timur-Tengah, India, Asia Tenggara, Cina dan para pedagang Islam dari Arab dan Gujarat singgah di pelabuhan Malaka dan pelabuhan-pelabuhan lain di seluruh Indonesia untuk menunggu angin muson yang berubah arah setiap 6 bulan sekali sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan. Kesempatan itu digunakan oleh para pedagang Islam untuk berinteraksi dengan masyarakat setempat bahkan para bangsawan dan raja sekaligus memperkenalkan Islam.

 

Perkawinan

Ada beberapa pedagang Islam  yang akhirnya memutuskan untuk menikah dengan wanita-wanita Indonesia. Kemudian dari situlah terbentuk suatu kekerabatan yang cukup besar dan menjadi cikal-bakal terbentuknya masyarakat Islam.

 

Pendidikan

Ulama dan para mubaliq mendirikan pondok pesantren di berbagai tempat di Nusantara. Disini para santri memperoleh pengetahuan agama secara lebih mendalam. Selanjutnya setelah tamat mereka akan kembali ke daerah masing-masing dan menyebarkan Islam disana.

 

Seni dan budaya

Para penyebar agama Islam memanfaatkan seni dan budaya yang sudah ada di masyarakat sebagai media untuk menyebarkan agama Islam. Misalnya menggunakan seni wayang sebagai media dakwa dengan mengganti alur cerita perwayangan yang biasanya bernuansa Hindu dan Budha dengan cerita-cerita nabi dan rasul serta para sahabatnya.

 

Ajaran tasawuf

Tasawuf adalah ajaran yang dianut oleh kaum sufi, yakni membersihkan jiwa untuk dapat mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

 

Islam mudah diterima masyarakat

Agama Islam yang berkembang di Indonesia berasal dari Arab, Persia dan Gujarat (India). Mereka yang membawa dan memperkenalkan Islam adalah para pedagang, mubaligh, sufi, dan para wali.

Yang pertama menerima ajaran Islam adalah para raja, bangsawan, dan masyarakat. Islam sangat istimewa karena dapat diterima dengan baik dan mudah oleh masyarakat. Adapun alasannya adalah:

  • Syarat untuk memeluk Islam sangat mudah. Cukup dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.
  • Cara peribadatan dalam Islam sangat sederhana.
  • Dalam Islam tidak dikenal sistem kasta. Semua orang sederajat di mata Allah, kaya-miskin, bangsawan-budak, raja-rakyat semuanya sama.
  • Islam bersifat terbuka dan dapat disebarkan oleh setiap umat Islam.
  • Dalam proses penyebaran dan perkembangan Islam, para pembawanya menyesuaikan dengan adat istiadat serta budaya masyarakat setempat sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat.
  • Ajaran Islam membawa dampak positif dan mampu menyejahterakan seluruh masyarakat dengan adanya kewajiban membayar zakat bagi yang mampu.
  • Runtuhnya kerajaan-kerajaan besar bercorak Hindu-Budha membuka kesempatan yang luas bagi perkembangan Islam di Indonesia.

 

Selanjutnya dalam perkembangannya kerajaan-kerajaan Islam mulai bermunculan di Nusantara, antara lain Kerajaan Samudra Pasai, Malaka, Aceh, Mataram, Ternate-Tidore, Gowa-Tallo dan beberapa lainnya. Dari situlah Islam terus berkembang hingga sekarang.

 

You may also like...

0 thoughts on “Sejarah Islam di Indonesia”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<