Radar Buatan Anak Bangsa

isra

 

Sudah sejak tahun 2006, PPET LIPI mengembangkan dua versi radar. Dua radar yang dikembangkan adalah radar pengawas pantai dan radar navigasi kapal. Dalam pengembangannya, radar untuk keperluan maritim itu diberi nama Indonesian Radar (Indra).

Radar untuk navigasi kapal diberi nama Indra-1 –akan berganti nama menjadi Indonesia Sea Radar (ISRA) dan untuk pengawas pantai Indra-2. Indra-1 dikembangkan oleh PT Solusi 247-RCS. Sedangkan Indra-2 dikembangkan oleh PPET-LIPI. Kedua radar ini menggunakan teknologi frequency-modulated continous wave (FMCW) yang mengonsumsi daya dan ukuran radar jauh lebih kecil dibandingkan radar-radar yang ada saat ini. 
Pada tahun 2008, radar test site pada Indra-1 yang dilakukan di Cilegon Timur, menunjukan performa yang baik. Indra-1 berhasil mendeteksi dan mengukur kapal yang berlayar secara akurat. Setelah berhasil melakukan uji coba Indra-1 berubah nama menjadi Indonesia Sea Radar atau disingkat ISRA. Sampai saat ini untuk Indra-2 masih terus dalam tahap uji coba.

ISRA yang merupakan karya anak bangsa, juga dilengkapi dengan berbagai fitur yang juga merupakan olahan kemampuan bangsa Indonesia. Seperti peta vektor, data sistem informasi maritim AIS (automatic identification system), data GPS serta data kompas terintegrasi dengan display.

Spesifikasi:

Applications

Ships radar
Marine radar
Naval navigation

Key Features

Very low transmit power (“silent radar”)
State-of-the-art antenna technology and signal processing
Superior target detection, discrimination and localization capabilities
Covert operations ready

Transceiver

Transmit power : 1 Watt
Frequency : X-band
Range scales : 48, 24, 12, 6, 3, 1.5, 0.75 NM
Location : Upmast (integrated with antennas)
Weight : 22 kg (antenna unit + turning mechanism – TX-RX unit)
Dimensions : 35 (w) x 45 (l) x 25 (h) cm (turning mechanism – TX-RX unit)

Antennas

Configuration : Separate TR-RX antennas
Type : Patch arrays
Beamwidth : Horizontal: 2°, Vertical: 20°
Rotation speed : Variable (max. 48 rpm)
Weight : 22 kg (antenna unit + turning mechanism – TX-RX unit)
Length : 1.2 m (4 feet)
Wind load : Relative wind 100 kt for 24 rpm and 70 kt for 48 rpm
Temperature : -25° C to +70° C

Radar Processor Unit

System : PC-based
Location : Downmast
Video output : VGA, adaptable to ARPA systems
Weight : 8 kg
Dimensions : 25 (w) x 30 (l) x 20 (h) cm
Temperature : -15° C to +55° C

Software

OS : Linux
Control : MATA (MAritime Tracking Aid)
User interface : Output: audio-visual, selectable menus and windows; Input: keypad with tracker ball

Power supply

Input : 110 / 220 V ac from vessel’s mains
Output : 12 V dc
Optional Uninterrupted Power Supply (UPS) unit available

Display unit

Resolution : Color VGA, 640 x 480 pixels

Control unit

Input control : Keypad with tracker ball
Temperature : -15° C to +55° C

 

Casing
All parts are protected by rust- and waterproof casing

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Radar Buatan Anak Bangsa”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<