Pusaka Kujang Sakti Prabu Siliwangi

ib

IniBangsaku – Adapun asal usul Pusaka Kujang Sakti Prabu Siliwangi ini adalah pusaka peninggalan dari Prabu Siliwangi di mana dijadikan senjata dalam memimpin tahta kerajaan serta kesaktian dari Prabu Siliwangi pada zaman itu. Pusaka ini tersimpan di alam ghaib dan di jaga oleh ribuan khodam dan jin yang sakti supaya tidak bisa diambil oleh manusia. Kecuali sesorang yang memiliki ilmu tinggi serta kewaskitaan dan kemampuan pertapaan dan tirakat yang berat, maka tidak akan mungkin bisa mengambilnya. Pusaka Kujang Sakti Prabu Siliwangi ini supaya bisa jauh lebih bermanfaat di tangan manusia dari pada hanya di alam ghaib semata. Kujang memang istimewa. Keberadaannya disembunyikan. Pelestari kujang, Budi ‘Dalton’ Setiawan menyebutkan, kujang itu tidak sembarang diperlihatkan ke banyak orang. Selain tersembunyi penuh misteri, kujang itu cenderung disembunyikan si empunya.

Kenyataan empiris di lapangan memberikan pengalaman berharga baginya. Sejak 2003 silam, dia berkunjung ke berbagai kabuyutan yang ada di Jawa Barat. “Kujang itu mendapat perlakuan khusus. Meski para sesepuh di tatar Sunda itu memiliki, mereka tidak sembarang memperlihatkan kujangnya,” Koleksi kujang baru diperlihatkan ketika para sesepuh itu benar-benar yakin, orang yang mau melihat kujang punya niat baik. Minimal, memiliki cukup wawasan tentang kujang. Sebagian besar, kujang yang kini mencapai ratusan bilah itu merupakan titipan para sesepuh. Makanya, dia mengetahui persis dari mana asal-usul kujang itu didapatkan. Dia menyebutkan, dari sekian banyak kujang yang terungkap ke permukaaan itu artefaknya baru 10%.

“Ketika simbol-simbol itu sulit ditemukan, akan sulit bagi kita buat menelusuri dan mempelajari ajaran tersebut. Apalagi sejak abad ke-15 artefak kujang maupun catatan tentang kujang sudah sangat jarang ditemui. Kemungkinan ada pihak tertentu yang sengaja melenyapkan. Cerita tutur yang sering dijadikan acuan tentang kujang hanya Pantun Bogor,”
Alasan lain mengenai kecendrungan kujang disembunyikan itu karena orang yang memilikinya bukan orang sembarang. “Dalam konsep strata tritangtu itu ada rama, ratu, dan resi. Di mana sebagai orang yang tergolong resi itu disimbolkan dengan keris. Sedangkan, kujang itu dimiliki pemimpin wilayah (ratu) yang menyimbolkan kedaulatan. Sifatnya lebih personal di mana kujang itu hanya dipegang oleh mereka yang memiliki kekuasaan,” urainya.

Terkait alasan disembunyikan, itu dikarenakan Kerajaan Pajajaran runtuh pada abad ke-15. “Walaupun mereka punya, si pemilik kujang itu cenderung tidak menunjukkan. Toh, Pajajaran sudah runtuh,” imbuhnya. Selain itu, kujang sebagai pusaka diakuinya bukan sesuatu yang harus dipertontonkan. Bahasa Sundanya, kujang itu lain pintonkeuneun tapi lakonkeuneun.

Dikarenakan maknanya yang menyiratkan, kujang merupakan pisau bedah analisa ketatanegaraan Kerajaan Sunda Purba. Sebab pada bilah kujang itu terdapat kodifikasi dan banyak petunjuk terkait perunutan sejarah. Lubang yang ada pada bilah kujang itu diakuinya memiliki makna tersendiri. Jumlah lubang itu disesuaikan dengan kemandalaan atau area si pemilik kujang itu berada. Banyaknya lubang itu pun merupakan personifikasi proses kelahiran yang dikenal di suku Sunda. Secara singkat, dia menjelaskan lubang satu itu menandakan si pemilik kujang itu berada di kamandalaan kasungka. “Kujang dengan lubang satu itu banyak terdapat di luar Jawa, seperti di Bali. Lubang dua seba, lubang tiga jati, lubang empat agung, lubang lima saman, lubang enam wenang, lubang tujuh wening, dan lubang sembilan hyang. Dalam kosmologi Sunda, mereka tidak mengenal adanya delapan. Makanya, enggak ada kujang yang lubangnya delapan.

Dilihat dari fungsinya, pusaka ini terbagi dalam kujang pusaka (lambang keagungan dan pelindungan keselamatan), kujang pakarang (alat berperang, buat menangkis serangan), kujang pangarak (alat upacara adat), kujang pamangkas (sekarang masih dipakai alat berladang), dan kujang sajen (alat upacara adat). Berdasarkan bentuk bilahnya, pusaka itu terbagi dalam kujang Jago, Badak, Ciung, Kuntul, Naga, Geni, Bangkong, Buta, Lanang, Balati, dan Kujang Daun. Bentuk kujang itu ada di antara ratusan kujang yang disimpan dan dilestarikan( Ary )

sumber : inilah.com/budi

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Pusaka Kujang Sakti Prabu Siliwangi”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<