Penetapan Jaksa Agung Harus Penuhi Tiga Kriteria

0014352-gedung-kejaksaan-agung-780x390

JAKARTA, inibangsaku.com – Meski sudah malantik Kabinet Kerja, namun hingga kini Presiden Joko Widodo belum juga menunjuk sosok Jaksa Agung, Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) dan Kapolri baru.

Peneliti  dari Sinergi Masyarakat untuk Indonesia (Sigma) M. Imam Nasef mengatakan, Presiden Joko Widodo harus memilih Jaksa Agung yang pemberani dan reformis. Setidaknya kata Imam, ada 3 kriteria ini harus dijadikan dasar dalam penetapan Jaksa Agung, yaitu  independensi, track record, dan kompetensi.

“Terkait independensi, Jaksa Agung harus benar-benar orang yang merdeka, terlepas dari kepentingan politik, dan tidak berafiliasi dengan partai politik apalagi menjadi anggota atau pengurus parpol,”kata Imam di Jakarta, Kamis (6/11).

Kedua, terkait track record, jaksa agung tidak boleh memiliki rekam jejak yang buruk, misalnya pernah terlibat kasus hukum apalagi korupsi, dan harus memiliki integritas tinggi.

“Terakhir, terkait kompetensi, jaksa agung. selain harus memiliki kualitas leadership yang baik juga harus memiliki kemampuan yang mumpuni di bidang penegakan hukum, minimal punya pengalaman di bidang itu,” kata Imam yang juga aktivis dalam Forum Pasca Sarjana Hukum Tata Negara Universitas Indonesia (Forpas HTN UI).

Menurutnya, kriteria-kriteria itu sangat dibutuhkan seorang Jaksa Agung mendatang untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum itu. Tak dapat dipungkiri saat ini Kejaksaan Agung masih dihinggapi public distrust, akibat kurangnya profesionalisme dalam menangani sejumlah kasus, khususnya kasus korupsi.

“Publik sudah rindu kehadiran lembaga kejaksaan yang profesional dan bebas korupsi,” demikian Imam. (IB/Bahaudin Marcopolo)

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Penetapan Jaksa Agung Harus Penuhi Tiga Kriteria”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<