Mutasi Besar-Besaran TNI-Polri di Batam Harus Dipertimbangkan

Untitled123-1

JAKARTA, inibangsaku.com – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Alhabsy menilai bentrokan yang terjadi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Korps Barigade Mobil (Brimob) Polri di Batam, Kepulauan Riau adalah buntut dari proses rekonsiliasi yang belum usai.

Pasca bentrok pertama  pada tanggal 21 September 2014 lalu, Polri dan TNI kembali terlibat bentrokan pada 19 November 2014. Benih-benih perselisihan antar kedua koprs masih belum bisa diredakkan.

 

“Saya rasa, rekonsiliasi tidak bisa hanya sebatas pertemuan antar

pimpinan. Para anggota TNI dan Polri dibawah harus dilibatkan bersama. Sepertinya perlu dibuat semacam acara gathering untuk mencairkan suasana,” kata Legislator asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut di Jakarta, Kamis (20/11).

Lebih lanjut anggota Komisi III DPR RI menambahkan sebagai komponen utama aparat keamanan dan pertahanan, baik TNI dan Polri harus bersinergi satu sama lain. Bahu-membahu menjaga keselamatan rakyat dan menjaga integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Namun demikian jika langkah rekonsiliasi antara personel TNI dan Brimob di Batam,  Riau tidak bisa diwujudkan maka Panglima TNI dan Kapolri harus memnempuh cara lain, termasuk dengan memindahkan tugas para personel bermasalah tersebut.

“Bila memang sudah tak bisa lagi diperbaiki, mungkin panglima dan kapolri harus mempertimbangkan mutasi besar-besaran. Karena wilayah tersebut termasuk wilayah strategis yang berbatasan dengan negara tetangga,” tegas Aboe Bakar. (IB/Bahaudin Marcopolo)

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Mutasi Besar-Besaran TNI-Polri di Batam Harus Dipertimbangkan”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<