Menyibak Makna Dari Sebuah Tumpeng

tumpeng

Inibangsaku.com – Selain menjadi simbol kekayaan bumi nusantara, dalam tiap lauk yang disajikan terselip doa dan harapan. berikut penjelasannya !

  • Ayam

Perwakilan dari hewan darat. Dalam tumpeng kuning biasanya ayam goreng. Sementara itu, ayam bakar lazim dalam tumpeng putih. Kini, ayam dimasak bervariasi sesuai selera. Ada juga yang hanya menggunakan bagian hati dan ampelanya saja. Lauk ini menjadi simbol keikhlasan berkurban si pemangku hajat. Selain ayam, hewan lain yang sering digunakan adalah sapi. Biasanya dimasak menjadi Sambal Goreng Kreni.

  • Ikan

Mewakili hewan air. Dulu, ikan lele sering digunakan. Karena hidupnya yang selalu berenang di dasar sungai atau kolam, ikan lele dimaknai sebagai kerendahan hati. Falsafah ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ikan bandeng juga sering disajikan dengan harapan rejeki yang selalu melimpah seperti banyaknya duri dalam ikan bandeng.

  • Ikan teri

Walau juga berasal dari air, ikan teri memiliki arti yang berbeda dengan lauk ikan sebelumnya. Kehadirannya bisa berupa rempeyek teri. Ada juga yang menggunakan ikan pethek, ikan kecil berbentuk pipih yang biasa diasinkan. Keduanya melambangkan kerukunan seperti hidup mereka yang bergerombol.

  • Telur

Awalnya telur hadir berupa telur rebus, utuh bersama kulitnya. Kulit, putih, dan kuning telur melambangkan tindakan yang harus dilakukan dalam menjalani hidup. Yaitu, menyusun rencana dengan baik, bekerja sesuai rencana, dan mengevaluasi hasilnya. Kini, telur hadir dalam bentuk telur dadar atau pindang.

  • Sayur

Biasa disebut Ghudangan atau Urap Sayuran yang mewakili tumbuhan. Jenis sayuran yang digunakan pun tidak sembarangan, karena tiap sayuran memiliki makna tertentu.
Kangkung: Manusia diharapkan dapat hidup dimana saja dan dalam kondisi apapun seperti kangkung yang dapat hidup di darat dan air.
Bayam: Melambangkan kehidupan yang tentram.
Taoge: Selain menjadi lambang kesuburan dan kemudahan, taoge juga mengandung makna kreativitas tinggi.
Kluwih: Sebagai pengharapan rejeki berlebih dan kepintaran yang unggul  (luwih=lebih).
Kacang panjang: Hadir utuh, tidak dipotong. Memiliki makna panjang umur. Selain itu diharapkan manusia selalu perpikir panjang sebelum bertindak. Kacang panjang utuh umumnya tidak hadir sebagai lauk, tapi sebagai hiasan yang mengelilingi tumpeng atau ditempelkan pada badan tumpeng. Lauk lain yang disajikan, seperti perkedel kentang, tahu tempe bacem, dan kering kentang.

You may also like...

0 thoughts on “Menyibak Makna Dari Sebuah Tumpeng”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<