Mengenal Kopi Indonesia (2)

Foto: cubicocoffee
Foto: cubicocoffee

Pada bagian pertama sudah dijelaskan berbagai kopi Indonesia yang dikenal oleh orang melalui rasanya. Kopi Indonesia sudah melambari sejarah kopi internasional sejak beradab-abad silam semasa kolonialis Belanda. Saat itu Belanda menjadi negara yang mendatangkan kopi-kopi terbaik ke Eropa.

Sumatera

Di pulau Sumatera ada beberapa wilayah yang memiliki perkebunan kopi dan menjadi asal biji-biji kopi di pasaran dunia.

Kopi Mandheling

Kopi Mandheling adalah salah satu kopi jenis arabika yang berasal dari pulau Sumatera. Mandheling sendiri berasal dari nama daerah bernama Mandailing di Tapanuli dimana perkebunan kopi sudah ada sejak jaman dahulu. Perkebunan kopi disini sudah ada sejak abad 19 untuk menjawab monopoli kopi yang ada di pasar dunia. Perkebunan kopi disini berada di ketinggian 2500 – 5000 kaki.

Kopi Gayo

Kopi arabika Gayo berasal dari perkebunan di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah yang lokasinya tidak jauh dari danau Laut Tawar. Perkebunan yang masuk Bukit Barisan ini meliputi area seluas 94.500 hektar. Kopi Gayo yang ditanam pada ketinggian 1200 meter ini, sangat dikenal pecinta kopi karena tidak terlalu pahit. Rasanya yang unik membuat kopi Gayo sangat istimewa, karena tidak ada kopi sejenis yang sama dengan kopi ini. Kopi Gayo termasuk dalam jajaran kopi premium dunia.

Kopi Lintong

Kopi Lintong ditanam di wilayah Lintongnihuta, sebelah barat daya danau Toba. Perkebunannya berada di dataran tinggi uyang menghasilkan 15 ribu sampai 18 ribu ton kopi arabika per tahun. A neighboring region, called Sidikalang, also produces Arabica coffee.

 

Jawa

Perkebunan kopi di Jawa Barat merupakan perkebunan pertama yang dibuat oleh VOC di abad 18, terutama di wilayah Priangan. Namun kopi arabika Jawa terpusat di kawasan dataran Ijen, Jawa Timur yang berada di ketinggian 1400 meter. VOC memabngun lima perkebunan kopi terbesar  di pulau Jawa, akni di Blawan, Jampit, Pancur, Kayumas dan Tugusari, masing-masing memiliki luas lebih dari 4 ribu hektar.

Kopi Jawa sering disandingkan dengan kopi asal Yaman yang kemudian melahirkan istilah Mocca Java.

Keistimewaan kopi Jawa ini mampu bertahan dalam waktu lama. Apalagi jika dibiarkan angin-angin sambil dibolak-balik, nanti warnanya akan berubah dari cokelat gelap menjadi cokelat terang. Kemudian tingkat keasamannya berkurang dan biji menjadi lebih padat. Aromanya pun kemudian semakin kaya dengan aroma cemara dan rempah-rempah lainya seperti kayu manis atau cengkeh. Biji kopi ini diberi istilah Old Government, Old Brown atau Old Java.

Kopi Jawa memang sangat terkenal dan tidak bisa dipisahkan dari pasar kopi dunia. Bahkan menurut para peneliti kopi ada beberapa kopi jenis langka masih ditanam disini, seperti canephor dan liberica.

 

Sulawesi

Karena tanah Sulawesi menurut para ahli geologi merupakan tanah tua, maka kopi yang dihasilkan di pulau ini memeliki rasa yang unik dan berbeda dengan kopi-kopi Indonesia lainnya.

Di Sulawesi Selatan terkenal dengan kopi Toraja yang berasal dari perkebunan yang berada di Kalosi, Enrekang. Selain di Tana Toraja, penghasil kopi arabika lainnya di Sulawesi terdapat di Mamasa dan Gowa, meskipun tidak sepopuler kopi Toraja. Ciri kopi di Sulawesi memiliki aroma rasa rempah-rempah, seperti kayu manis, kapulaga, terkadang terselip pula lada hitam. Teknik yang digunakan oleh masyarakat untuk menggiling kopinya adalah dengan ‘giling basah’.

 

 

Bali
Turis yang datang ke Bali tak lupa membeli kopi untuk oleh-oleh kembali ke negaranya. Kopi Bali kebanyakan di tanam di area dataran tinggi Kintamani. Kopi Kintamani termasuk jenis kopi yang memiliki penikmatnya sendiri. Proses pengolahan kopi Bali memang sangat ketat dalam teknik basah. Sehingga menghasilkan kopi Bali yang manis dan lembut yang beraroma lemon dan citrus.

 

Flores

Dengan tanah yang subur karena abu vulkanik, membuat Flores tempat ideal menanam kopi arabika. Tanaman kopi arabika yang ada di ketingian 1200 – 1800 meter itu menghasilkan kekhasan kopi Flores. Kopi arabika Flores memiliki aroma cokelat manis dan bunga dan pepohonan.

 

Papua

Di Papua ada dua wilayah tempat menanam kopi, pertama di lembah Baliem, Jayawijaya dan lembah Kamu, Nabire. Keduanya berada di dataran tinggi dengan ketinggian 1400- 2000 meter. Ketinggian yang sangat ideal untuk menumbuhkan dan mengembangkan kopi arabika. Kopi arabika yang dihasilkan di Papua mencapai 230 ton per tahun.

 

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Mengenal Kopi Indonesia (2)”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<