Membiasakan Masyarakat Transaksi Tanpa Uang Cash

12431-emoney-transaksi-uang-elektronik-ritel-di-indonesia-masih-06-persen

Inibangsaku.com – Secara massif, sistemik dan dan terstruktur, Bank Indonesia bersama perbankan serta pemerintah ‘memaksa’ masyarakat mulai beralih menggunakan uang elektronik untuk transaksi nontunai. Tengok saja bagaimana saat ini beberapa sektor mulai menerapkan sistem transaksi tanpa uang tunai.

Di Jalan tol, disediakan gerbang khusus untuk pengguna e-tol. Tak perlu repot mencari uang, cukup menempelkan kartu di tempat yang disediakan, kendaraan bisa melaju mulus melewati gerbang tol. Hanya hitungan kurang dari 3 detik untuk transaksi di gerbang tol.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ikut memaksa masyarakat menggunakan uang elektronik. Contohnya, naik TransJakarta wajib menggunakan uang elektronik berbentuk kartu. Kartu yang sama juga bisa digunakan untuk pembayaran tarif kereta rel listrik (KRL).

Bahkan, parkir kendaraan sudah menggunakan sistem parkir meter atau terminal parkir elektronik (TPE) seperti di Jalan Agus Salim, Menteng. Yang terbaru, sistem ini juga diterapkan saat operasi pasar. Di mana masyarakat yang membeli barang-barang diwajibkan menggunakan transaksi nontunai.

Data menunjukkan, dengan adanya ‘pemaksaan’ semacam itu, penggunaan uang elektronik dan transaksi nontunai semakin meningkat. Seperti digambarkan Bank Indonesia. Hampir setiap bulan transaksi nontunai semakin besar. Pada Januari 2015 transaksi nontunai sekitar Rp 253 juta. Melonjak drastis pada Juni 2015 menjadi Rp 663 juta.

You may also like...

0 thoughts on “Membiasakan Masyarakat Transaksi Tanpa Uang Cash”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<