Mapalus : Gagasan dan Ajaran

mapalus

Inibangsaku.com – Sebagai sebuah sistem sosial, maka mapalus juga merupakan sebuah ide atau gagasan yang bisa menjadi inspirasi bagi setiap tou dalam melakukan pranata sosial atau suprastruktur dalam penyelenggaraan kehidupan sehari-hari.

Dalam pandangan Marvin Harris, paham materialisme kebendaan budaya berasumsi bahwa semua masyarakat dapat dibagi menjadi tiga tingkatan organisasi utama: infrastruktur, struktur, dan superstruktur. Infrastruktur terdiri dari (menyangkut) produksi jasa dan barang-barang, seperti halnya pemeliharaan dan reproduksi. Struktur meliputi lingkungan sosial (society)  hubungan politis dan domestik. Suprastruktur terdiri dari pemikiran, gagasan, nilai-nilai, kepercayaan, seni, dan agama.

Materialis budaya berasumsi bahwa, secara umum, inovasi atau perubahan penting di (dalam) suatu kultur yang asli (original) dimulai dari infrastruktur itu sendiri. Perubahan ini kemudian adalah yang dicerminkan di (dalam) struktur dan akhirnya di (dalam) bagaian suprastruktur. Harris berargumentasi bahwa bahkan kebanyakan aspek yang abstrak pun  yang menyangkut suprastruktur harus dipahami dalam hubungan dengan kekuatan-kekuatan dasar  dari kerja infrastruktur itu sendiri. (Cultural Materialism: The Struggle for a Science of Culture (1979))

Bagi kami, Harris memberi jejak untuk menelusuri cara kerja mapalus yang memang memasuki tiga tahapan tersebut, yakni sebagai infrastruktur, struktur dan suprastruktur.

Mapalus merupakan nilai kerja yang merupakan suprastruktur sosial dan budaya yang ada dan hidup dalam sistem budaya orang Minahasa. Sistem kerja mapalus kemudian menjadi struktur yang membentuk sebuah hubungan sosial antar sesama tou Minahasa. Pada akhirnya mapalus menciptakan sebuah infrastruktur seperti hasil produksi kerja mapalus tani yang menghasilkan produksi pertanian dan seterusnya.

Sehingga, dari berbagai literatur serta informasi lisan yang dihimpun penulis, dapat kami berkesimpulan bahwa mapalus adalah;

“sebuah sistem sosial yang menghimpum dan melibatkan masyarakat untuk saling menolong secara aktif dalam mencapai tujuan bersama di berbagai bidang.”

Dari ciri, struktur dan sifatnya, mapalus pada akhirnya dapat kita katakan sebagai sebuah sistem nilai yang menyatu dalam keterikatan (interelation) masing-masing nilai, yakni antara resiprokal, responsibilitas, disiplin, kesetaraan, partisipatif, solidaritas, keadilan sosial, pluralisme, dan kasih. Semua variabel itu menyatu dalam  sebuah konsensus besar tou Minahasa yakni Mapalus.

dikutip dari berbagai sumber

You may also like...

0 thoughts on “Mapalus : Gagasan dan Ajaran”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<