Ketidakhadiran Pemerintah di Natuna, Sebabkan 2 Juta Ton Ikan dicuri Pihak Asing

ikan

JAKARTA, inibangsaku.com – Sikap pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-Kalla) yang gembar-gembor menenggelamkan kapal asing pencuri ikan diperairan Indonesia ditanggapi sinis oleh analis politik Puspol Indonesia, Ubedilah Badrun. 

Betapa tidak, rezim yang mengatasnamakan pro rakyat hanya pandai membuat pencitraan semata, sedangkan dalam tataran praktik masih banyak kapal asing yang berkeliaran dan mencuri jutaan ton ikan dari perairan Indonesia, salah satunya di perairan Natuna, Kepulauan Riau.  

“Ketidakhadiran pemerintah menyebabkan hilangnya 2 juta ton ikan perbulan  dicuri dari pihak asing,” kata pemikir politik yang biasa disapa Ubed di Jakarta, Senin (8/12). 

Bekas aktivis pergerakan 1998 menambahkan, Trisakti yang digembar-gemborkan Joko Widodo hanya dijadikan slogan. Penenggelaman kapal di perairan Anambas hanyalah dramaturgi politik. Sebab dalam kenyataan masih banyak nelayan di Natuna yang hidup dibawah garis kemiskinan. 

Mereka tidak pernah mendapatkan bantuan motor Pompong 3 GT yang sangat dibutuhkan nelayan, apalagi peralatan fishfinder, satelit navigasi, radio pantai, dan lain-lain. 

Sementara mereka menghadapi kapal kapal besar Thailand, Vietnam, China dan sebagainya  yang menggunakan pukat tarik gandeng (petrol) yang menghabiskan terumbu karang, bubu nelayan, tali rawai nelayan dan segala jenis biota laut. 

“Ribuan nelayan Natuna terus mengalami penderitaan yang tak kunjung usai. Padahal merekalah pagar nusantara Republik ini. Lalu dimana peran Jakarta?,” tanya Ubed.    

Jakarta lanjut Ubed  masih absen, pura pura tegas terhadap beberapa kapal asing yang isinya dibawah 10 ton, padahal ada ratusan kapal asing yang daya tampungnya 50 ton ikan perkapal mencuri ikan di perairan natuna.                
Bukan hanya itu, Nelayan tradisional natuna adalah pagar nusantara republik ini yang sering melihat kapal kapal asing mencuri ikan di perairan natuna, mereka tak berdaya karena peralatan yang terbatas dan informasi yg mereka laporkan juga tidak sepenuhnya direspon oleh pihak keamanan laut Republik ini. 

“Fakta fakta diatas dapat membenarkan analisis bahwa pemerintah tidak serius mengawasi perairan natuna yang berbatasan langsung dengan 7 negara,” tambah Ubed menegaskan.                                                  
Masih kata Ubed pada saat yang sama dominasi Tiongkok di Natuna mulai menancapkan kakinya dengan membangun pabrik  pengolahan ikan terbesar diujung utara republik ini meski ditolak nelayan tradisional pulau tiga Natuna. Karena pengawasan perairan dan daratan di kepulauan natuna ini terkesan sangat longgar maka membenarkan dugaan ada mafia besar dan kuat di Perairan dan kepulauan Natuna yang dioperasikan dari Jakarta. 

“Jika pemerintah mau mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia maka porosnya ada di Natuna.Tetapi Indonesia tidak akan pernah menjadi poros maritim jika masalah natuna tak pernah serius dituntaskan,” demikian Ubed. (Bahaudin Marcopolo)

You may also like...

0 thoughts on “Ketidakhadiran Pemerintah di Natuna, Sebabkan 2 Juta Ton Ikan dicuri Pihak Asing”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<