Kerajinan Besi Putih Pulau Morotai

Kerajinan besi putih

Tidak lengkap berwisata ke suatu tempat sebelum menikmati makanan lokal dan membeli oleh-oleh khas dari daerah tersebut. Tentu saja, setiap daerah memiliki produk oleh-oleh yang berbeda. Begitu pun yang akan anda temukan saat berkunjung ke Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Wisata yang anda lakukan di pulau ini akan lebih berkesan jika anda membawa hasil kerajinan tangan besi putih atau bentuk kerajinan lain dari Pulau ini untuk orang-orang tersayang di rumah.

Pada perang dunia II Pulau Morotai merupakan pusat pangkalan tentara Jepang, yang kemudian direbut tentara Amerika Serikat. Di pulau tersebut banyak sekali sisa bangkai pesawat, kapal laut dan berbagai macam peralatan perang. Sisa-sisa perlengkapan tempur itulah yang diolah menjadi aneka kerajinan berbahan baku besi, seperti kalung, cincin, gelang, pisau komando dan lain-lain.

Besi putih yang diproduksi oleh penduduk Pulau Morotai mengandung unsur logam mulia sebesar 0,8 persen sehingga tidak mudah berkarat. Tentunya, besi yang digunakan untuk bahan pembuatan peralatan perang adalah logam-logam berkualitas tinggi. Oleh sebab itu, aneka kreasi besi putih dari Puau Marotai terbuat dari bahan anti-karat.

Sebagian penduduk Pulau Morotai bermata pencaharian sebagai pengrajin perhiasan besi putih. Mereka memilih profesi ini karena menganggap bahwa kerajinan besi putih khas Pulau Morotai memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya penjualan dari tahun ke tahun akibat permintaan yang terus bertambah. Selain itu, penjualan kerajinan besi putih sudah menjangkau pasar internasional, seperti beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika.

Pemasaran kerajinan besi putih khas Pulau Morotai ini bersumber di arahkan pada sejumlah target, yaitu pemasaran di beberapa gerai toko di pusat wisata Ternate dan beberapa tempat wisata lainnya. Selain itu, kerajinan ini selalu diikutsertakan dalam pameran produk dalam negeri oleh pemerintah daerah atau pemerintah propinsi, atau pemerintah pusat. Kegiatan pameran bertujuan untuk memperkenalkan produk kerajinan besi putih khas Pulau Morotai kepada calon konsumen.

Kerajinan besi putih khas Morotai dengan produk aksesoris seperti anting-anting, kalung, gelang dan cincin memiliki keunggulan dibandingkan dengan kerajinan logam lainnya. Kerajinan besi putih Morotai terlihat lebih berkilau, anti karat, tidak menimbulkan alergi, tak terpengaruh air asin/tawar dan mudah dibersihkan.

Panorama

Pulau Marotai dikelilingi oleh Samudera Pasifik, Laut Sulawesi, Laut Halmahera dan Selat Morotai, dengan panjang garis wilayah pantai 311.217 Km. Kepulauan Morotai terdiri dari 33 pulau; 7 di antaranya adalah pulau berpenghuni. Daerah Pulau ini seluas 4.301,53 Km2 dengan luas daratan 2.330,60 Km2 dan laut sejauh 4mil seluas 1.970,93 Km2.

Secara geologis, Pulau Morotai merupakan daerah pegunungan yang didominasi oleh formasi batuan gunung api seperti andesit dan batuan beku basaltik. Kedua karakteristik ini berkaitan dengan tingkat kesuburan tanah yang cukup tinggi.

Selain itu, hampir seluruh wilayah pulau ini memiliki jenis tanah alluvial, litosol dan rezina yang cocok sekali untuk areal pertanian atau perkebunan. Itulah alasannya, mata pencaharian penduduk setempat mayoritas di sektor perkebunan dan pertanian, selain sektor perikanan karena daerah ini dikelilingi oleh lautan yang kaya akan sumber daya laut yang tinggi. Pulau Morotai menyuguhkan keindahan pantai dan pegunungan. Di sini rencananya akan dibangun cagar wisata budaya dan sejarah dari pangkalan angkatan udara milik sekutu. 

You may also like...

0 thoughts on “Kerajinan Besi Putih Pulau Morotai”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<