Kerajaan Samudra Pasai dan Penyebaran Islam Di Tanah Air

ib

IniBangsaku – Kerajaan Islam Pertama di Indonesia 

Menurut catatan materi-materi sejarah kerajaan Islam di Indonesia, Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia, meskipun dalam catatan lain kerajaan pertama di Indonesia adalah kerajaan Perlak. Samudra Pasai berdiri pada abad ke 13 dan didirikan oleh seorang laksamana laut dari Mesir bernama Nizamuddin Al-Kamil.

Dengan berdirinya kerajaan Samudra Pasai, perekonomian di sekitar selat Malaka berkembang sangat pesat. Tidak hanya sistem perekonomian, agama Islam yang beraliran Syiah juga berkembang di Kerajaan Samudra Pasai, karena Nizamuddin Al-Kamil yang berasal dari dinasiti Fatimiyah juga penganut aliran Syiah.

Di masa kekuasaan Dinasti Fatimiyah, Nizamuddin Al-Kamil diutus untuk menguasai pelabuhan-pelabuhan di Gujarat. Untuk itu Nazamuddin Al-Kamil mendirikan kerajaan Samudra Pasai di Malaka. Hal ini dapat ditelusuri melalui beberapa teori kekuasaan yang dikemukakan oleh para ahli seperti teori Ruang yang dikemukakan oleh Frederick Ratzel serta teori Wawasan Bahari yang dikemukakan oleh Sir Walter Raleigh dan Alfred Thayer Mahan.

Frederick Ratzel dalam teori kekuasaan Ruang mengatakan bahwa ruang ditempati oleh kelompok-kelompok yang mengembangkan hukum ekspansionisme baik di bidang gagasan, perutusan atau politik. Maka untuk membuktikan keunggulannya, negara harus menguasai keunggulan-keunggulan terutama yang bernilai strategis dan ekonomis. Menurut teori yang dikemukakan Sir Walter Raleigh dan Alfred Thayer Mahan,  barang siapa menguasai jantung lautan maka akan dapat menguasai jalur perdagangan dunia yang berarti menguasai kekuatan dunia hingga pada akhirnya akan menguasai seluruh dunia.

Nazamuddin Al-Kamil yang bertujuan menguasai pelabuhan-pelabuhan di Gujarat kemudian mendirikan kerajaan Samudra Pasai yang berkembang menjadi jalur perdagangan dunia pada saat itu. Kerajaan Samudra Pasai dikenal sebagai pengsekspor lada dan rempah-rempah lainnya, bahkan diceritakan juga membarter lada dengan beras yang berasal dari Jawa.

Pada saat kerajaan Samudra Pasai mengalami masa kejayaannya, para pedagang dari Arab, Persia dan Gujarat banyak berdatangan hingga perdagangan di sekitar selat Malaka berkembang sangat pesat. Masuknya para pedagang diiringi perkembangan Islam yang sangat pesat di Samudra Pasai juga berimbas ke daerah-daerah lainnya di Pulau Sumatra.

Hingga saat ini kita dapat melihat agama Islam di Sumatera memang berkembang, bahkan salah satu provinsi di Sumatera, yakni Provinsi Aceh, dikenal dengan sebutan Serambi Mekah karena daerah ini memiliki beberapa persamaan dengan negeri Arab. Namun, pada akhirnya kerajaan Samudra Pasai menganut Mahzab Syafi’i setelah dinasti Fatimiyah runtuh dan digantikan oleh dinasti Mamaluk.

 

Dinasti Mamaluk

Setelah runtuhnya Dinasti Fatimiyah yang beraliran syiah, Kerajaan Pasai diambil alih oleh dinasti Mamaluk yang beraliran Syafi’i. Marah Silu dinobatkan sebagai Raja pertama Samudera Pasai. Raja ini keturunan Marah Pasai dan bergelar Malik As-Salih. Melalui perkawinannya dengan putri Kerajaan Perlak, Malik As-Salih dikaruniai seorang putra bernama Malikul Dzahir yang kemudian menyatukan Samudra Pasai dengan Kerajaan Perlak ke dalam Kerajaan Samudera Pasai.

Pada dasarnya kerajaan Samudra Pasai adalah sebuah kerajan bercorak Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam dalam sistem pemerintahannya. Raja-raja yang memerintah merupakan raja turun-temurun sesuai dengan silsilah keluarga kerajaan. Kerajaan Samudera Pasai berjasa menyebarkan agama Islam ke wilayah-wilayah di Sumatera khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Berikut adalah raja-raja yang pernah memerintah di kerajaan Samudra Pasai

  1. Sultan Malil As-Shalih (Marah Silu)
  2. Sultan Muhammad Malik Az Zahir
  3. Sultan Mahmud malik Az-Zahir
  4. Sultan Ahmad malik Az-Zahir
  5. Sultan Zain al-abidin Malik az-Zahir
  6. Sultanah Nahrasiyah
  7. Sultan Sallah ad-Din
  8. Sultan Abu Zaid al-abidin bin Mahmud Malik az-Zahir II
  9. Sultan Abd-Allah Malik az-Zahir
  10. Sultan Zain al-Abidin III

Pada masa pemerintahan Raja Sultan Muhammad Malik Az-Zahrir (1297-1326) mulai diperkenalkan koin atau mata uang emas sebagai alat tukar dan dikenal dengan sebutan mata uang Dihram.

 

Mundurnya Kerajaan Samudera Pasai

Pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Malik Az-Zahrir (1345-1383), Majapahit yang kala itu sedang memperluas wilayahnya mulai memasuki kerajaan Samudra Pasai. Kerajaan Samudra Pasai mulai diserang oleh Kerajan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Sultan Ahmad Malik Az-Zahrir. Hingga Raja Hayam Wuruk (1350-1389) memerintah Majapahit, kerajaan Samudra Pasai menjadi daerah kekuasaan Majapahit dan berada di bawah kepemimpinan raja Hayam Wuruk.

Pada awal abad ke-15, penduduk di daerah kekuasaan Majapahit sebagian besar telah memeluk ajaran Islam. Di masa-masa terakhirnya, kerajaan Samudera Pasai mengirim utusan ke negeri Cina untuk memberikan upeti. Hal ini dilakukan mengingat serangan yang dilakukan oleh kerajaan Siam (Muangthai/Thailand) dan dengan kata lain kerajaan Samudra Pasai meminta perlindungan.

Seorang penjelajah yang berasal dari Portugis bernama Tome Pires juga mengatakan bahwa negeri Pasai adalah sebuah negeri yang sangat kaya dan penduduknya banyak. Pires juga banyak bertemu dengan para pedagang dari Turki, Arab, Persia dan Gujarat di Pasai.

Kerajaan Samudra Pasai mengalami masa kemunduruan setelah munculnya kerajaan-kerajaan Islam di pulau Sumatra seperti kerajaan Aceh dan kerajaan Malaka. Pada saat itu terjadi beberapa pertikaian yang mengakibatkan perang saudara. Hingga Sultan Pasai meminta bantuan pada Sultan Malaka untuk untuk melerai pertikaian tersebut.

Akan tetapi pada abad ke-16, bangsa Portugis telah datang ke Malaka dan kemudian menguasai Samudra Pasai pada 1521 hingga tahun 1541. Hingga pada akhirnya wilayah Samudera Pasai runtuh setelah ditaklukan oleh Portugal. Kemudian pada tahun 1524, daerah kerjaan Samudra Pasai menjadi daerah kekuasaan Kerajaan Aceh dan pusatnya berada di Bandar Aceh Darussalam. Pada saat itu, Raja Aceh adalah Sultan Ali Mughayat. ( ary )

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Kerajaan Samudra Pasai dan Penyebaran Islam Di Tanah Air”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<