Kerajaan Kalingga (Ho-Ling) dan Ratu Shima

dian Sejarah 4,104 views 0 0
ib

IniBangsaku – Catatan Sejarah Tentang Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga merupakan salah satu kerajaan yang berkembang pada zaman Hindu-Budha. Tercatat dalam catatan sejarah yang ditulis oleh seorang musafir Cina yang berasal dari Dinasti Tang bernama I-Tsing, beliau menuliskan bahwa ada sebuah kerajaan yang masyarakatnya menganut agama Budha. Letaknya berada di laut selatan (Jawa), sebelah utaranya adalah Ta Hen La (Bali) dan di sebelah timur terdapat Po-Li (Bali).

Diperkirakan kerajaan ini berada di sekitar Pantai Utara antara  Pekalongan atau Jepara. I-Tsing bersama seorang pendeta bernama Janabadra menerjemahkan sebuah kitab yang menuliskan tentang Nirwana, akan tetapi Nirwana yang diceritakan tidak sama hal nya dengan Nirwana dalam kitab Budha Hinayana. Kerajaan yang ditemuinya disebut kerajaan Ho-Ling (Kalingga).

Kerajaan Ho-Ling telah berkembang sejak abad ke-5 M, dan diceritakan pula pada abad ke-7 M atau sekitar tahun 674 M Kerajaan Kalingga dipimpin oleh seorang ratu bernama Ratu Shima. Ratu Shima adalah seorang ratu yang dikenal sangat bijaksana dalam memimpin kerajaannya.

Ketegasan Hukum di Kalingga

Rakyat Kalingga dikenal sebagai rakyat yang setia dan jujur, mulai dari rakyat kecil hingga pemuka-pemuka kerajaan. Hal ini justru membuat sang ratu menjadi gelisah. Hingga suatu saat Ratu Shima menguji kesetian para pengikutnya di kerajaan. Beliau memberhentikan beberapa pemuka kerajaan dari posisinya dan benar saja, semua pemukan kerajaan patuh dan tetap setia dengan segala keputusan yang dibuat oleh sang Ratu. Mereka menganggap apa yang dilakukan oleh sang Ratu adalah demi kepentingan kerajaan.

Tidak berhenti sampai disitu, Ratu Shima kemudan menguji kejujuran seluruh rakyatnya dengan menyebarkan kantung-kantung yang berisi perhiasan yang sangat banyak di setiap sudut wilayah kerajaan. Hari-demi hari berlalu dan hingga hari ke 40 tidak ada seorang pun yang berani mengambil perhiasan-perhiasan tersebut. Ratu merasa sangat bahagia karena rakyatnya memang benar-benar orang-orang yang jujur dan setia.

Akan tetapi sebuah hal yang sangat mengejutkan terjadi, pada suatu malam semua perhiasan yang diletakkan di setiap sudut wilayah kerajaan tiba-tiba hilang tanpa sisa. Hal ini tentu membuat sang ratu teramat marah dan murka, beliau memerintahkan bahwa siapa saja yang berani melakukan perbuatan tidak terpuji itu maka tangannya akan dipotong.

Putra Mahkota yang pada suatu malam sedang berjalan tiba-tiba menyandung sebuah kantung dan ternyata isinya adalah perhiasan yang sangat banyak. Kemudian seorang rakyat mengatakan kepada sang ratu bahwa dia telah menyaksikan Putra Mahkota mengambil seluruh perhiasan tersebut. Sungguh sang ratu sangat kaget dan memanggil putranya itu, setelah putranya mengakui semua perbuatannya sang ratu sangat malu atas apa yang telah dilakukan oleh putranya itu.

Sesuai dengan hukuman yang akan diberikan pada sang pelaku maka Putra Mahkota akan dipotong tanganya, tetapi para pemuka kerajaan meminta keringanan pada sang ratu atas hukuman Putra Mahkota. Hingga pada akhirnya sang Putra Mahkota dihukum dengan cara dipotong jari-jari kakinya. Meskipun yang bersalah adalah putranya sendiri, Ratu Shima tetap memegang teguh peraturan dan mendirikan keadilan kepada siapa pun.

Ratu Shima yang bernama Putri Maharani Shima, Parwati menikah dengan seorang Putra Mahkota kerjaan Galuh yang bernama Mandiminyak, yang kemudian menjadi raja ke 2 di kerajaan Galuh. Dari pernikahannya tersebut Putri Maharani Shima memiliki seorang anak dan kemudian memiliki seorang cucu yang bernama Sanaha.

Sanaha kemudian menikah dengan raja ke 3 kerajaan Galuh yang bernama Bratasenawa hingga mereka dikaruniai seorang anak yang bernama Sanjaya yang menjadi raja di kerajaan Galuh pada tahun 723-732 M. Sanjaya memerintah di bumi parahyangan hanya 9 tahun karena setelah tu Sanjaya menggantkan tahta buyutnya yaitu Ratu Shima di Kerajaan Kalingga karena Ratu Shima wafat di tahun 732 M.

Sanjaya berkuasa di kerajan Kalingga Utara atau disebut Bumi Mataram yang kemudian mendirikan sebuah dinasti yang disebut Dinasti Wangsa Sanjaya di kerajaan Mataram Kuno. Kekuasaan Sanjaya di bumi parahyangan diserahkan kepada putranya yang bernama Rakeyan Panaraban. Setelah berkuasa di Dinasti Sanjaya, Sanjaya menikah dengan putri Dewa Singa dan memiliki putra bernama Rakeyan Panangkaran.

Bukti Keberadaaan Kerajaan Kalingga

Tidak begitu banyak sumber yang menceritakan tentang perkembangan kerajaan Kalingga. Beberapa prasasti yang berkaitan dengan kerajan Kalingga seperti prasasti Tukmas yang ditemukan di lereng gunung Merbabu yang menceritakan tentang sumber air bersih dan yang. Sumber air tersebut disamakan dengan air yang mengalir di sungai Gangga di India. Prasasti yang bertuliskan huruf Pallawa dan berbahasa Sangsekerta tersebut tergambar pula benda-benda seperti trisula, cakra dan bunga teratai yang merupakan lambang manusia dengan hubungannya dengan para dewa Hindu.

Meskipun Jepara baru dikenal pada abad ke-15 setelah kerajaan Islam di Jawa mulai berkembang dengan adanya kerajaan Demak. Pati Unus yang kala iti menjadi raja Demak kekuasaanya digantikan oleh anaknya yang bernama Sultan Trenggana.

Sultan Trenggana memberikan daerah vasal (daerah kekuasaan) pada putrinya yang kemudian dikenal dengan nama Ratu Kalinyamat di Jepara.

Kakak Ratu Kalinyamat yang menjadi raja di kerajaan Demak tewas dibunuh oleh sepupunya sendiri yang bernama Arya Penangsang karena masalah kekuasaan. Suaminya yang bernama Pangeran Hadiri turut tewas ditangan Arya Penangsang hingga hal ini menumbuhkan dendam pada diri Ratu Kalinyamat.

Hingga akhirnya Ratu Kalinyamat dibantu oleh saudara iparnya yaitu Jaka Tingkir dapat membunuh Arya Penangsang. Arya Penangsang dibunuh oleh seorang putra dari pengikut setia Jaka Tingkir yaitu Ki Ageng Pemanahan dan putranya bernama Danang Sutawijaya yang kelak akan bergelar Panembahan Senopati yang merupakan raja pertama kerajaan Mataram Islam. ( ary )

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Kerajaan Kalingga (Ho-Ling) dan Ratu Shima”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<