Kerajaan Islam di Sumatera (6), Kerajaan Inderapura Pelabuhan Bebas Cukai

Foto: wisata-sejarah
Foto: wisata-sejarah

Ujung Pagaruyung atau Inderapura adalah kerajaan yang memiliki wilayah kekuasaan yang sekarang masuk dalam kabupaten Psesisir Selatan, Sumatera Barat. Kerajaan Inderapura pada awalnya adalah kerajaan di bawah Kerajaan Pagaruyung. Namun Kerajaan Inderapura memiliki kekuasaan berdiri sendiri mengatur wilayahnya dan menjalin hubungan dengan berbagai kerajaan lainnya. Ini disebabkan Kerajaan Pagaruyung terus mengalami pelemahan di abad 15.

Malaka yang dikuasai oleh Portugis menyebabkan jalur perniagaan kemudian berubah melalui barat Sumatera. Ini merupakan keuntungan sendiri bagi Inderapura yang memiliki komoditi perdagangan lada dan emas. Apalagi pada abad 16 komoditi lada sangat diburu oleh para pedagang manca negara, yang kemudian membuat Inderapura menjadi salah satu pemasok lada dunia.

Pada masa itu Inderapura pun menjalin hubungan persahabatan dengan dua kerajaan besar, yakni Aceh dan Banten. Bahkan dengan Aceh, Inderapura kemudian mengikatnya dengan hubungan perkawinan antara putri Sultan Munawar Syah, Raja Dewi dengan Sultan Firman Syah salah satu saudara Sultan Aceh, Sultan Ali Ri’ayat Syah. Kerajaan Inderpura pun menikmati berbagai kemudahan dengan ikatan ini. Keturunan dari perkawinan itu sempat menduduki tahta di Kesultanan Aceh, yakni Sultan Ali Ri’ayat Syah II atau Sultan Buyong.

Inderapura menerapkan pelabuhan bebas yang tidak menerapkan cukai terhadap kapal-kapal yang bersandar. Seperti masa Raja Besar yang menggantikan Raja Itam, memberikan kemudahan pada VOC untuk memuat langsung hasil pertanian Inderapura ke kapal. Dalam masa kekuasaan Raja Pati kebijakan pelabuhan bebas ini tak dikurangi sedikitpun.

Ketika Sultan Iskandar Muda melakukan monopoli lada di Sumatera, Inderapura memindahkan pelabuhan ladanya dari pelabuhan utara ke pelabuhan di selatan di Silebar agar perdagangan dengan Banten tetap lancar. Ketika pengaruh Kesultanan Aceh mulai melemah, Inderapura kemudian menjalin hubungan dengan Belanda dan Inggris.

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Kerajaan Islam di Sumatera (6), Kerajaan Inderapura Pelabuhan Bebas Cukai”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<