Kerajaan Islam di Jawa (4), Kerajaan Pajang Pengganti Demak

Foto: kampoengbatiklaweyan
Foto: kampoengbatiklaweyan

Sebenarnya Demak tidak benar-benar runtuh, hanya berpindah tempat penguasanya saja. Kala itu Hadiwijaya yang naik tahta memboyong seluruh istana pindah ke Pajang. Perpindahan tersebut memang beralasan kuta, karena Hadiwijaya adalah bupati Pajang. Hadiwijaya alias Jaka Tingkir adalah putra dari Ki Ageng Pengging yang dituduh memberontak dari Demak.

Jaka Tingkir yang kemudian mengabdi pada Demak memperlihatkan kesetiaannya dan memperoleh wilayah kekuasan Pengging, Tingkir dan Butuh. Jaka Tingkir dapat naik tahta di Demak karena berhasil menyingkirkan Arya Penangsang yang membunuh Sunan Prawoto, sultan Demak.

Sebenarnya nama Pajang sudah ada sejak kekuasaan kerajaan Majapahit menurut kitab Nagarakertagama, dimana Bhre Pajang atau Dyah Nertaja, adik Hayam Wuruk, duduk sebagai penguasanya. Pengging juga disebut-sebut dalam beberapa kitab kuno sebagai akar dari kerajaan Pajang. Sampai pada suatu saat Retno Ayu Pembayun, putri Brawijaya diculik oleh Menak Daliputih, raja Blambangan putra dari Menak Jingga. Muncullah Jaka Sengara yang menyelamatkan Pembayun.

Atas jasanya itu Jaka Sengara dinikahkan dengan Pembayun dan mendapatkan jabatan bupati Pengging dengan gelar Andayaningrat. Kelak Andyaningrat tewas selama peperangan antara Majapahit dengan Demak. Anaknya, Raden Kebo Kenanga yang kemudian naik tahta yang kemudian bergelar Ki Ageng Pengging. Wilayah Pengging sudah berada di dalam wilayah kesultanan Demak.

Sejak kematian Sultan Trenggana wilayah kerajaan Demak di Jawa Timur banyak yang terlepas. Namun atas inisitaif Sunan Prapen, kemudian seluruh adipati di Jawa Timur mengaku tunduk di bawah Pajang. Demikian juga kerajaan Madura yang kuat takluk di bawah Pajang.

Dari peristiwa penyingkiran Arya Penangsang, Haidwijaya memiliki hutang budi pada Ki Ageng Pemanahan dan Ki Penjawi. Ki Penjawi mendapatkan wilayah kekuasaan di Pati. Namun Ki Ageng Pemanahan masih tertunda pemberian tanahnya dan dengan bantuan Sunan Kalijaga, Pemanahan mendapatkan hadiahnya itu. Kelak dari tanah Mataram itulah lahir kerajaan besar yang meruntuhkan kekuasaan Pajang. Sutawijaya atau Penembahan Senopati yang membesarkan wilayah Mataram.

Perebutan kekuasan Panjang terjadi antara Pangeran Benawa dan Arya Pengiri. Namun Pangiri dapat naik tahta dengan restu Panembahan Kudus. Sayangnya masa itu Pangiri hanya mengurusi konflik Pajang dengan Mataram saja. Sampai akhirnya Pangeran Benawa yang memiliki kekuasaan di Jipang bersekjutu dengan Mataram untuk memerangi Pajang. Pangeran Benawa pun naik tahta di Pajang. Sampai akhirnya Pajang berada di bawah Mataram dan tidak lagi berbentuk kerajaan.

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Kerajaan Islam di Jawa (4), Kerajaan Pajang Pengganti Demak”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<