Kepala BIN Utamakan Human Intelegent

bin-logo1

JAKARTA, inibangsaku.com – Hingga kini Presiden Joko Widodo belum juga menunjuk siapa orang yang bakal duduk sebagai pucuk Pimpinan di Badan Intelejen Negara (BIN). Politisi Partai Demokrat Khatibul Umam Wiranu mengusulkan kepada Jokowi agar mengangkat kepala BIN yang mengutamakan pendekatan human intelegent.

“Syarat utama Kepala BIN (Kabin)  harus memiliki kompetensi dalam dunia intelejen (pemahaman defence intelejen, militery/strategic intelijen, psywar attack), karena intelejen disediakan untuk mensupport, memberi masukan kepada Presiden. Kabin juga harus punya profesionalitas yang terukur, serta memahami karakteristik bangsa Indonesia yang plural yang menjadi dasar pengamatannya,” kata Umam dalam keterangan persnya, Kamis (6/11).

Lebih lanjut  Direktur Strategy Institute Jakarta menambahkan, BIN era pemerintahan Jokowi harus mengedepankan human intelejen, tanpa menafikan pendekatan yang lain. Pendekatan ini tidak lagi menggunakan cara-cara kekerasan namun lebih bersifat persuatif, edukatif, dan humanis.

Human intelejen juga meniscayakan BIN tak lagi menggunakan cara-cara represif dalam merespons gejala-gejala gerakan yang mengganggu keamanan negara di masyarakat. Namun cara persuasif lebih ditekankan. Dengan cara ini, akan menjadikan kelompok yang awalnya anti negara, anti institusi-institusi formal kenegaraan, justru bisa berubah menjadi kekuatan yang memperkuat negara dan pemerintah.

“Dalam konteks ini sumber rekruitmen Kepala BIN bisa dari  PNS karir/sipil, militer atau bahkan swasta. Akan tetapi yang berasal dari kalangan sipil/PNS karir, dapat menjadi terobosan penting untuk mengkondisikan BIN dalam konteks pendekatan human intelejen. BIN tidak boleh menakutkan rakyat, ia justru berupaya disegani rakyat, memberi rasa aman,” demikian Umam. (IB/Bahaudin Marcopolo)

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Kepala BIN Utamakan Human Intelegent”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<