Kekayaan Laut Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas dan banyak menyimpan kekayaan alam. Dengan luas lautan hampir 70% dari total keseluruhan luas negara Indonesia, Sebesar 14 persen dari terumbu karang dunia ada di Indonesia. Diperkirakan lebih dari 2.500 jenis ikan dan 500 jenis karang hidup di dalamnya, tetapi belum banyak dipahami betul nilainya bagi bangsa Indonesia.

Terumbu karang merupakan pusat keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia yang memiliki struktur alami serta mempunyai nilai estetika yang tiada taranya. Selain sebagai lingkungan yang alami, terumbu karang juga mempunyai banyak manfaat bagi manusia dalam berbagai aspek ekonomi, sosial dan budaya. Kekayaan spesies terumbu karang, ikan, dan biota laut lainnya tampak berlimpah di Perairan Alor, Nusa Tenggara Timur, pada Mei 2007. Segitiga Terumbu Karang yang disebut juga sebagai “Amazon of the Seas” mencakup wilayah perairan tengah dan timur Indonesia, Timor Leste, Filipina, Sabah-Malaysia, Papua Niugini, dan Kepulauan Salomon diperkirakan dihuni sekitar 3.000 spesies ikan.
Sayang, ternyata banyak terumbu karang yang rusak. Menurut data dari Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang di Indonesia atau Coral Reef Rehabilitation Management Program Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (COREMAP LIPI), hanya 6,83 persen dari 85.707 km2 terumbu karang yang ada di Indonesia berpredikat sangat baik (excellent). Terumbu karang yang sangat baik itu tersebar di 556 lokasi. Sungguh sangat disayangkan sekali, kekayaan alam yang sangat berlimpah di negri ini, tidak kita jaga dengan baik, dan kita lestarikan keberadaannya.

Oleh sebab itu perlunya peran pemerintah untuk menjaga dan melindungi terumbu karang yang merupakaan tempat berlindungnya ikan dan juga sebagai tempat pemijahan ikan. Pemerintah perlu mengawasi dan melarang nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan pukat harimau, pemboman,dan menggunakan zat berbahaya yang dapat merusak terumbu karang.

Sedangkan untuk hasil perikanannya sendiri, kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan investasi di sektor perikanan tangkap terpadu tahun depan naik 16,6% menjadi Rp 14 triliun dari target tahun ini Rp 12 triliun. Tyas Budiaman, Direktur Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, mengatakan kenaikan investasi didorong penambahan investor.
Hasil yang disumbang dari sektor perikanan sangat menjanjikan. Produksi perikanan pada tahun 2007 tercatat sebanyak 14, 756,66 ton yang terdiri dari 13,283,2 ton perikanan laut dan 1.473,46 ton perikanan darat. Perikanan laut meliputi penangkapan ikan di laut dan budidaya ikan di laut. Produksi perikanan di laut tercatat hanya dari penangkapan ikan di laut sebesar 13.283,2 ton.
Perikanan darat meliputi perairan umum, budidaya kolam, budidaya sawah, dan tambak. Produksi perikanan tercatat dari budidaya kolam sebesar 1.342 ton, (91,08%) dan tambak 131,46 ton (8,92%).
Potensi perikanan Minahasa Utara meliputi jenis-janis ikan utama yaitu: Cakalang (Katsu-wonus pelamis), Tuna (Thun-nus spp.), Dugong (Dugong du-gong), Penyu (Chelonia spp.), ikan raja laut (Latimeria mena-doensis), ikan Napolen/Mami-ng (Chelinus undulatus), ikan hias (seperti Clown fish dan Angel), udang Penaeid, Lobster (Panulirus sp.), Kepiting bakau (Scylla serrata), Teripang (Holo-thuria spp.), ikan Budidaya (se-perti, kerapu tikus, Beronang dan Kuwe), budidaya Kerang mutiara (Pinctada maxima de-ngan potensi seluas 11.000 ha di pulau Talise, Gangga dan Bangka).

Peran Penting Pemerintah, Nelayan dan semua pihak dalam menjaga Ekosistem Laut
bharatanews.com
Di samping pentingnya peran Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menjaga ekosistem laut, peran dan kesadaran masyarakat yang bekerja sebagai nelayan menjadi sangat penting karena berperan dalam memenuhi ketersediaan ikan yang berprotein bagi jutaan penduduk di berbagai pelosok di negeri yang sangat besar ini. Untuk itu dibutuhkan keterlibatan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam bersinergi memberikan kesadaran dan ketegasan terhadap semua pihak akan pentingnya menjaga ekosistem laut.
Karena mereka hidup di kawasan pesisir yang mata pencariannya sebagian besar tergantung pada sumber daya alam di sekitarnya. Sehingga muncul kesadaran bahwa dalam pemanfaatan sumber daya alam dengan kekayaan laut dan terumbu karang dengan cara yang dapat membahayakan ekosistem laut akan merugikan masyarakat setempat.
Hadirnya kesadaran tersebut diharapkan mampu menghadirkan berbagai praktek pemanfaatan sumber daya alam dilautan, seperti menangkapan ikan dan pemanfaatan kekayaan lainnya tidak lagi dengan bahan atau alat yang berdampak pada kerusakan ekosistem laut.

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Kekayaan Laut Indonesia”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<