Kejagung Tambahkan Dua Orang tersangka Dalam Kasus Sport Science Kemenpora

RIO-KUNJUNGAN-JAMINTEL-KEJAGUNG-DI-KEJATI

jakarta, inibangsaku.com – Tim penyelidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi Pengadaan Sarana Olahraga Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Tahun Anggaran 2011 senilai Rp 76 miliar. Penyelidikan kasus ini berdasarkan laporan hasil penyelidikan KPK yang kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Agung pada 18 Februari 2015.

“Hasil penyelidikan adanya penyalahgunaan dalam kegiatan P3SON berupa peralatan sport science di Kemenpora telah ditemukan bukti permulaan yang cukup sehingga akhirnya meningkatkannya ke tahap penyidikan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Tony T Spontana, dalam keterangannya, Jumat (12/6/2015).

Kedua tersangka itu adalah Rino Lade dan Brahmantory. Rino merupakan Direktur Utama PT Artha Putra Arjuna dan mantan Direktur Utama PT Suramadu Angkasa Indonesia. Penetapan tersangka itu berdasarkan surat perintah penyidikan Nomor: Print – 49/F.2/Fd.1/06/2015 tertanggal 3 Juni 2015.

Sementara itu, Brahmantory merupakan mantan Asisten Deputi Pengembangan Prasarana dan Sarana Olahraga Kemenpora. Ia ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan Nomor: Print–50/F.2/Fd.1/06/2015 tertanggal 3 Juni 2015.

Tony menambahkan, diduga ada penyimpangan pada proses lelang dalam pelaksanaan pengadaan peralatan sport science di Kemenpora. Pembayaran atas pengadaan proses itu telah dilakukan 100 persen meski pekerjaan pengadaan belum selesai dilaksanakan.

“Tim penyidik saat ini sedang menyusun dan mempersiapkan rencana pelaksanaan penyidikan dalam rangka mengumpulkan bukti-bukti,” ujar Tony.

(sumber:Angga inibangsaku.com)


 

You may also like...

0 thoughts on “Kejagung Tambahkan Dua Orang tersangka Dalam Kasus Sport Science Kemenpora”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<