Kebhinekaan dalam Kitab Sutasoma

dian Sejarah 5,048 views 0 0
sutasomna

JAKARTA, inibangsaku.com – Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular, berbahasa Kawi, diperkirakan ditulis pada masa Hayam Wuruk. Dalam kitab ini dikisahkan bahwa Sang Buddha menitis sebagai Raden Sutasoma putera Prabu Mahaketu, Raja Hastina. Sutasoma merupakan penganut Mahayana yang saleh.

Kisah Sutasoma menjelaskan nilai pengorbanan dan belas kasih antarsesama yang sepatutnya dijalankan guna mencapai kesempurnaan sejati . Oleh karena itu, Mpu Tantular membuat ajaran Siwa dan Buddha menjadi satu (tunggal), seperti terungkap dalam kalimat: “Hyang Buddha tanpahi Siwa rajadewa…, mangka Jinatwa lawan Siwatatwa tunggal, bhinneka tunggal ika tanhana  dharmma mangrwa,” yang artinya adalah “Hyang Buddha tak ada bedanya dengan Siwa, raja para dewa…., karena hakikat Jina (Buddha) dan Siwa adalah satu, berbeda-beda namun satu, tiada kebenaran bermuka dua.” dengan kata lain, makna pluralisme, toleransi dan mencintai sesama adalah makna penting di balik pembuatan kitab yang di tulis oleh Mpu Tantular tersebut.

You may also like...

0 thoughts on “Kebhinekaan dalam Kitab Sutasoma”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<