Karya 2 Siswa SMA Semarang

ib

IniBangsaku – Kreatifitas 2 siswa SMA ini patut diacungi jempol. Keduanya menciptakan alat kecil untuk menekan angka kecelakaan. Namanya AWAS atau Advance Warning System (AWAS). Seperti apa dan bagaimana mekanisme kerja benda ‘ajaib’ tersebut?

AWAS diciptakan Kenny Reida Darmawan (17) dan Akbar Bagas Pramantya (17), siswa kelas XII SMAN 3 Semarang. Berkat temuannya, mereka diganjar medali perunggu dalam pameran invensi remaja berskala internasional atau International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2014. Juara pertama dalam kontes ini adalah teman se-SMA mereka, yakni Luthfia Adila (17) dan Dayu Laras Wening (17) dengan tusuk gigi pendeteksi Borax.

Kenny mengatakan awalnya ia dan Bagas yang sudah mahir mengemudi mobil itu memikirkan cara berkendara yang aman setelah melihat data angka kecelakaan dan jumlah kendaraan yang bertambah. Dengan melihat fitur-fitur mobil saat ini berupa sensor dan ketertarikannya dengan pemograman, maka terciptalah AWAS.

“Melihat angka kecelakaan meningkat, jumlah kendaraan juga. Kemudian pengendara ugal-ugalan, kecelakaan karena mengantuk. Maka kami ingin menciptakan solusi,” kata Kenny kepada detikcom, Senin (10/11/2013).

Seperti apa AWAS? Kenny menjelaskan alatnya sederhana dan berbentuk kotak kecil. Jika sudah dipasang di mobil atau kendaraan seperti bus atau truk, maka alat itu bisa mendeteksi jarak, cahaya, beban, kecepatan, kemiringan dan memberikan sinyal peringatan dengan micro controller.

“Kami membuat dengan bahan-bahan yang mudah didapat. Kami sudah membuatnya sejak tahun 2013 dan ikut NYIA, tapi belum beruntung saat itu. Yang dulu masih sensor jarak saja,” terangnya.

Fungsi AWAS bagi keselamatan pengemudi mobil yaitu proses pengereman otomatis bertahap jika sensor mendeteksi ada kendaraan atau barang lain dalam jarak bahaya. Kemudian kendaraan tidak akan bisa menyala jika kelebihan beban. Dan yang terbaru adalah pendeteksi marka jalan.

“Alarm akan memperingatkan pengemudi untuk menghidupkan lampu sein jika melewati marka. Bisa membaca marka putus-putus dan marka lurus. Kalau melewati marka lurus akan ada peringatan agar kembali ke jalur. Ini bermanfaat untuk pengemudi yang mengantuk,” terang remaja kelahiran 11 Februari 1997 itu.

Kenny mengakui fitur sensor sudah ada di beberapa mobil keluaran terbaru, namun menurutnya kecanggihan itu hanya untuk mobil-mobil tertentu. Rencananya jika bisa diproduksi massal, mereka ingin AWAS dijual murah dan bisa bermanfaat mengurangi angka kecelakaan.

“Alat ini bisa dipakai di mobil saja. Harganya jauh lebih murah dari aksesoris mobil yang mahal. Kami ingin dibanderol kurang dari Rp 5 juta,” ujar Kenny yang punya cita-cita bekerja di Google.

Alat buatan dua siswa itu tidak akan mengganggu pengemudi saat berada di jalanan macet dengan jarak kendaraan yang dekat karena alat baru akan mulai berfungsi jika sudah mencapai kecepatan 60 km/jam.

“Ini mungkin bisa juga diterapkan di motor, namun untuk pengereman otomatis dihilangkan, karena justru bisa berbahaya,” katanya. ( ary )

sumber : detikNews – Angling Adhitya Purbaya

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Karya 2 Siswa SMA Semarang”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<