Jokowi disandera BBM ?

nozzle-minyak1

JAKARTA, inibangsaku.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya tinggal menghitung hari saja. Meski harga minyak dunia mentah, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-Kalla) tetap bersikukuh menaikkan harga BBM.

Menanggapi tersebut, Presidum Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta kepada presiden Joko Widodo untuk mengendalikan dan melakukan moratorium terhadap industri otomotif. Sehingga bangsa Indonesia tidak terus menerus tersandera dengan membengkaknya subsidi BBM maupun kemacetan parah, terutama di berbagai kota besar.

“Pemerintah sering tidak konsisten. Di satu sisi mengeluhkan membengkaknya subsidi BBM tapi di sisi lain membiarkan industri otomotif jor-joran memproduksi kendaraan bermotor hingga membuat kemacetan dimana-mana,” kata Neta dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (10/11).

Dalam kondisi seperti ini, lanjut Neta  pemerintah selalu mengambil jalan pintas. Untuk menghindari membengkaknya subsidi, harga BBM pun dinaikkan. Padahal jika harga BBM naik, dipastikan angka kriminal akan melonjak. Sebab kesulitan ekonomi
masyarakat bawah kian parah dan kejahatan kerap menjadi jalan pintas.

“Untuk itu IPW berharap, Presiden Jokowi tidak terburu-buru menaikkan
harga BBM,” tambah Neta menegaskan.

Menurut Neta adal dua hal yang harus dilakukan presiden Jokowi sebelum menaikkan harga BBM.

“Pertama, membersihkan mafia migas yang kerap membuat ekonomi biaya tinggi di sektor migas. Kedua, mengendalikan dan melakukan moratorium industri otomotif,” tambah Neta menegaskan.

Jika industri otomotif dimoratorium, Jokowi tidak terus menerus disandera kenaikan subsidi BBM. Selain itu, kemacetan lalulintas bisa terkendali dan angka kriminalitas bisa ditekan. Namun konsekwensinya, Jokowi harus membangun infrastruktur angkutan massal atau publik.

Saat ini, pertumbuhan jumlah bus jauh di bawah mobil pribadi. Hanya naik 1
persen pertahun. Hal ini menunjukkan betapa lemahnya transportasi
publik di Indonesia. Jadi, sebelum menaikan harga BBM, Jokowi harus
melihat banyak hal, sehingga kebijakannya tidak menyulitkan wong cilik
dan tidak memicu tingginya kriminalitas. Tahun 2013, kendaraan bermotor yang beroperasi di Indonesia mencapai 104,211 juta, naik 11 persen dari tahun 2012 yang cuma 94,299 juta unit. (IB/Bahaudin Marcopolo)

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Jokowi disandera BBM ?”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<