Kepala BIN Harus Profesional

bin-logo1

JAKARTA, inibangsaku.com –  Hingga kini Presiden Joko Widodo belum juga menunjuk siapa orang yang bakal duduk sebagai Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) untuk menggantikan Marciano Norman. 

Menanggapi hal tersebut, Ahli Tata Negara Margarito Kamis menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Sebab, Jokowi mempunyai hak prerogratif mengangkat Kepala BIN. 

“Sebagai orang profesional, saya serahkan hal tersebut kepada Presiden,” kata Margarito saat berbincang dengan Inibangsaku.com di kawasan Cikini, Jumat (21/11). 

Pria asal Ternate, Maluku Utara menilai jabatan Kepala BIN harus disandang oleh orang profesional. Jika presiden Joko Widodo menempatkan sosok Tentara dalam posisi Kepala BIN ha tersebut dianggap wajar. Sebab para tentara sudah demikian akrab dengan dunia intelejen. 

“Saya fikir bagus kalau tentara yang jadi kepala BIN. Sebab itu kan dunia mereka,” tambah Margarito menegaskan. 

Masih kata Margarito, syarat lain yang harus dimiliki kandidat kepala BIN adalah loyalitas tinggi kepada negara. Siapapun figur yang akan ditunjuk Presiden Joko Widodo harus memenuhi syarat tersebut. 

“Apakah sosok itu berasal dari kalangan sipil atau tentara? Itu hak presiden. Yang penting yang bersangkutan bisa tempatkan kepentingan nasional,” demikian Margarito. 

Sebelumnya ramai diwartakan, sejumlah tokoh disebut sebagai kandidat Kepala BIN. Mereka adalah Fahrul Razi ( Partai Hanura), Sjafrie Sjamsoeddin (eks Wakil Menteri Pertahanan), Sutiyoso (Ketua umum PKPI), As’ad Ali (eks Wakil Kepala BIN dan petinggi ormas Nahdlatul Ulama) dan Tubagus Hasanuddin (Ketua DPP PDIP). (IB/Bahaudin Marcopolo)

You may also like...

0 thoughts on “Kepala BIN Harus Profesional”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<