Jadi Jaksa Agung Bukan Hal yang Mudah Bagi Politisi Aktif

LOGO_KEJAKSAAN1

JAKARTA, inibangsaku.com – Diangkatnya HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung terus menuai polemik. Keputusan Presiden Joko Widodo melantik politisi Partai NasDem sebagai pucuk pimpinan Korps Adyaksa mendapat kritikan banyak pihak. Salah satunya berasal dari lembaga Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA).

“Keputusan Presiden Jokowi mengangkat Jaksa Agung dari kalangan politisi dinilai telah mengabaikan masukan rakyat. Akan tetapi masukan tersebut seperti tidak dindahkan,” kata Peneliti SIGMA kajian hukum Tata Negara, M. Imam Nasef di Jakarta, Jumat (21/11).

Dilantiknya HM Prasetyo yang notabenenya adalah politisi Nasdem, dinilai bisa menggerus ekspektasi publik akan hadirnya wajah baru penegakan hukum, khususnya terhadap tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan RI.‬

‪”Memang bukan tidak mungkin Pak HM Prasetyo mampu bersikap profesional dan independen, akan tetapi, itu bukanlah hal yang mudah bagi seorang politisi aktif,” jelasnnya.‬

‪Selain itu dijelaskan, secara yuridis, status Pak HM Prasetyo saat ini masih rangkap jabatan, karena Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pemberhentian yang bersangkutan dari DPR belum diterbitkan Presiden. Sampai saat ini secara de jure Pak AM Prasetyo belum resmi berhenti dari DPR, dan hal itu dianggap melanggar ketentuan Pasal 21 huruf a UU No. 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan RI.‬

‪”Dengan diangkatnya beliau menjadi Jaksa Agung, Presiden semacam menaruh bara dalam sekam,” tutupnya. (IB/Bahaudin Marcopolo)

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Jadi Jaksa Agung Bukan Hal yang Mudah Bagi Politisi Aktif”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<