Indonesia Akan Mampu Membuat Kapal Induk dan Pesawat Nir Awak X-47B Lebih Cepat

Keberhasilan Angkatan Laut AS dalam uji coba lepas landas pesawat tempur tanpa awak X-47B dari kapal induk beberapa waktu lalu adalah awal baru dimulainya sistem pertahanan AL di dunia.  Keberhasilan itu merupakan kemajuan tidak saja bagi AS, namun juga mampu memberi inspirasi untuk membangun peralatan tempur yang sama bagi negara-negara lain seperti Rusia dan Cina.  Tak terkecuali, sang macan yang baru tumbuh di Asia : Indonesia.
Jangan dulu memandang rendah negara kita ini dengan segala macam kemampuannya untuk sejajar dengan negara-negara maju.  Indonesia adalah anak macan, bukan anak ayam yang baru tumbuh.
Enam puluh delapan tahun yang lalu, Indonesia baru merdeka dan kita hanya memiliki satu atau dua teknolog yang belum bisa membuat alat tempur apapun.  Belanda melarang kaum pribumi untuk sekolah walau hanya di tingkat SD sekalipun kecuali mereka yang anak raja atau Bupati atau keturunan Timur asing seperti orang-orang Cina.  Para warga pribumi tidak diberi kesempatan untuk sekolah, dibiarkan buta huruf, hidup dalam kemelaratan dan keterbelakangan.  Tahun 1945, hampir 99,99 % warga pribumi Indonesia tidak mampu membeli sekilo beras atau sehelai baju.  Mereka makan gaplek (singkong yang dikeringkan) setiap hari dan memakai baju dari bahan karung goni yang penuh dengan kutu.  Kebodohan dan kemiskinan ada di mana-mana, mulai dari Aceh hingga Merauke, akibat dari penjajahan dan penindasan yang sangat lama.
Enam puluh delapan tahun adalah usia yang masih sangat muda untuk sebuah negara.  Tahun 1945 kita hanya punya segelintir insinyur yang hanya tahu cara kerja mesin uap.  Namun empat puluh tahun kemudian, siapa sangka, kita mampu membuat peswat dan kapal perang sendiri.  Kita juga bisa membuat roket dan satelit sendiri.  Jika AS mampu melepas landaskan pesawat nir awak X-47B dari kapal induk mereka setelah 250 tahun lebih dulu merdeka, maka, 250 tahun dari sekarang, percayakah Anda, Indonesia tidak akan mampu membuat peralatan yang sama ?
Indonesia tidak butuh waktu 250 tahun lagi untuk mampu membuat hal yang sama.  Kita, mungkin saja, hanya butuh waktu kurang dari 70 tahun untuk mencapainya. Bahkan bisa lebih cepat lagi.  Pesawat nir awak X-47B ini lepas landas dari kapal induk setelah dilepas dengan ketapel dari dek kapal induk pada hari Selasa, minggu lalu. Pesawat, yang merupakan Unmanned Combat Aerials System (UCAS), terbang dari dek kapal induk USS George H.W.  Bush, lalu melakukan pendaratan di dek kapal induk itu lagi dan lepas landas lagi secara berulangkali sebelum akhirnya terbang ke pangkalan terdekat di daratan.
X-47B adalah pesawat demonstrator, pesawat nir awak modern pertama dengan sayap-tetap (fixed-wing), sebelum akhirnya dibuat pesawat yang memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat secara penuh di kapal induk.  Ke depan, X-47B diharapkan akan mampu berperan sebagai jet tempur otonom (Unmanned Carrier Launched Airborne Surveillance and Strike system, or UCLASS) untuk angkatan laut AS.  Aspek yang perlu dibenahi adalah tingkat keakurasian dari GPS dan teknologi navigasi baik di pesawat nir awak itu sendiri maupun di kapal induknya.  Hal tersulit adalah melakukan kalibrasi teknologi GPS hingga ke tingkat ketelitian sampai sekecil-kecilnya dari sistem kendali di peswat induk dan di pesawat itu sendiri.
Indonesia Punya Potensi Untuk Maju
Beberapa teknologi yang harus dikuasai Indonesia agar bisa membuat kapal induk setara dengan kapal induk George HW Bush dan pesawat nir awak secanggih X-47B adalah :

  1. 1. Pengembangan galangan kapal PT PAL dan kapasitas pabrik untuk membuat kapal yang lebih besar, sekelas kapal induk.  Ini berarti PT PAL harus memperbaiki manajemen agar lebih efektif dan efisien secara keseluruhan, memperkuat R & D dan memperluas pasar untuk meningkatkan order proyek di luar proyek dari Dephankam.
  2. 2. Meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi software untuk Sistem informasi seperti programmer, ahli-ahli semikonduktor, dan penerbangan.
  3. 3. Meningkatkan kemampuan peneliti dan ahli di bidang satelit dan radar.
  4. 4. Meningkatkan kemampuan PT DI agar bisa mengembangkan teknologi pesawat nir awak bersama dengan BPPT.
  5. 5. Secara keseluruhan, pemerintah harus memperbaiki manajemen perusahaan BUMN di bawah BPIS agar bisa berlari lebih cepat dan tanggap pada perubahan dan perkembangan teknologi di luar negeri.
  6. 6. Dan yang terakhir, satu hal musuh terbesar kemajaun yang harus dibantai habis-habisan :  korupsi ! Korupsi adalah musuh utama Indonesia, bukan Malaysia,  Philipina, Thailand dan semacamnya.  Jangan dikira korupsi itu murni karena orang-orang Indonesia saja.  Korupsi terjadi karena lobby-lobby agen CIA untuk meng-goal-kan UU Migas, USAID yang menggelontorkan dana milyaran dollar untuk membantu mendanai penyusunan UU Migas dan mineral  lewat kamuflase pelatihan orang-orang ESDM dan stake holder yang lain.

Ini analog dengan pengembangan mobil listrik nasional. Saat Bosch, perusahaan asal Jerman mengatakan bahwa Indonesia masih butuh 20 tahun lagi untuk bisa mengembangkan mobil listrik yang siap dipasarkan.  Dan Indonesia mampu lebih cepat!

Sumber:

indodefensetechno.blogspot.com

 

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Indonesia Akan Mampu Membuat Kapal Induk dan Pesawat Nir Awak X-47B Lebih Cepat”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<