Fuya, Pakaian Kulit Kayu

Foto: mataharitravel
Foto: mataharitravel

Dalam kebudayaan Toraja dikenal dengan Fuya yang merupakan pakaian tradisional asal Tortaja. Pakaian ini terbuat dari kulit kayu yang berasal dari pohon ambo, umayo dan tea. Melalui proses pengambilan kulit kayu dari pohon, perebusan hingga pemukulan yang menghasilkan dua Fuya, yakni halus dan kasar. Fuya yang halus biasanya digunakan dalam acara-acara tertentu saja. Fuya halus hanya bisa dipakai sekali saja, jadi setelah acara tertentu itu, biasanya Fuya halus akan menjadi koyak. Sedangkan fuya kasar biasanya dipakai dalam keseharian.

Fuya sebagai busana pria dipakai untuk menutupi cawat yang dipakai pria. Demikian pula penutup kepala juga menggunakan Fuya. Kelengkapan lain yang dipakai dalam pesta adat biasanya kain sarung yang dikalungkan dari bahu. Sedangkan di leher si pria dikalungkan kampuh sirih yang isinya biji-biji jagung dan batu putih kecil yang fungsinya untuk meramal.

Pada wanita terdiri atas sarung, blus Fuya, pada bagian bawah khususnya di daerah Bada’ Napu, Besoa dan Kulawi adalah rok bersusun. Dilengkapi juga dengan penutup kepala, kalung manik-manik, dan gelang kaki dan tangan. Motif yang ada pada blus Fuya bisa beragam, seperti hewan dan geometri yang dibumbuhi manik. Pemakaian warna alam tak bisa sembarangan juga hiasannya, sebab ini berhubungan dengan si pemakainya berlaga di medan perang atau mengayau.

(Sumber: Aneka Ragam Khasanah Budaya Nusantara IV, Departgemen Pendidikan dan Kebudayaan)

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Fuya, Pakaian Kulit Kayu”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<