Eiger Peralatan Outdoor Kenamaan Indonesia

“Jangan pernah bosan untuk mencoba, belajarlah dari kesalahan, fokuskan dan yakinlah pada apa yang ingin kita capai…”  (Mamay Salim,  Brand Consultant Eiger Adventure Gear  )

Eiger merupakan sebuah merek atau brand peralatan outdoor kenamaan Indonesia. Eiger  dengan tagline-nya sebagai “Adventure Gear”, memiliki ragam produk berkualitas mulai dari produk untuk peralatan kemah dan mendaki gunung, panjat tebing, ORAD, juga berbagai kebutuhan kegiatan alam bebas lainnya.

Walaupun begitu, pada kenyatannya pengguna atau konsumen Eiger tidak terbatas hanya pada mereka yang sering berkegiatan outdoor saja. Produk-produk Eiger dapat diterima juga oleh pasar yang lebih luas, karena produk seperti tas dengan berbagai macam ukuran, jaket, jas hujan, alas kaki, dan sebagainya diperlukan banyak orang dalam berbagai macam aktivitas.

Eiger berdiri pada tahun 1993 dari sebuah rumah kontrakan yang berfungsi sebagai kantor sekaligus juga sebagai toko. Pada awalnya Eiger hanya memproduksi tas dengan dengan dua orang penjahit. Pemasarannya dilakukan sekedar melalui “hand to hand” dari orang ke orang. Sementara penjualannya baru sebatas beredar diantara teman, kenalan atau kerabat yang hobi berpetualang.

“Ternyata produk Eiger direspon positif. Kami jadi semangat untuk terus mengembangkan tas Eiger ini,” ujar Mamay Salim ditemui di Eiger Store pusat Jl. Cihampelas No. 22 Bandung.

Eiger sendiri memiliki tiga merek utama, yaitu Eiger sebagai produk Adventure Life Style, lalu ada Bodypack sebagai produk e-lifestyle dan Norwand sebagai produk outdoor living. Merek ini secara luas diakui sebagai merek lokal terkemuka di Indonesia. Pada tahun 2009 Eiger terdaftar sebagai salah satu produk terbaik dari 250 Produk Asli Indonesia oleh majalah bisnis Swa.

Kini di bawah bendera PT. Eigerindo Multiproduk Industri, Eiger sudah memiliki pabrik sendiri di Soreang, Bandung, dengan kurang lebih 2.500 penjahit, 6 Toko Eiger Adventure, 18 ruang pamer, dan 88 counter yang tersebar di seluruh Indonesia.

Nama Eiger sendiri diambil dari nama sebuah gunung tebing di Bernese Alps, Swiss. Penamaan ini tidak lepas dari peran Mamay Salim sebagai salah satu perintis produk Eiger yang juga seorang pemanjat tebing. Kini dalam manajemen Eiger, Mamay Salim menjabat sebagai brand consultant sekaligus konsultan teknik.

“Menurut kami para pemanjat, tebing utara Eiger adalah tebing terakhir! Tidak ada lagi tebing yang sulit ditaklukan selain tebing utara Eiger. Saya termasuk yang beruntung bisa menaklukan dan selamat,” papar Mamay.

Dalam dunia panjat tebing Mamay Salim dikenal sebagai seorang senior yang namanya cukup disegani. Pada tahun 1980 dia termasuk angkatan pertama sekolah panjat tebing SKYGERS. Kemudian pemanjat yang akrab disapa Kang Mamay ini menjadi pengurus di sekolah tersebut, begitu juga dalam Federasi Pemanjat Tebing Indonesia. Kepiawaiannya dalam dunia panjat tebing kemudian membawanya menjadi seorang instruktur panjat tebing militer hingga sekarang.

Aktifitas Kang Mamay dalam dunia panjat tebing juga alam bebas kemudian membawanya bertemu dengan Ronny Lukito, seorang pengusaha dalam industri tas. Dan dari kolaborasi mereka berdualah kemudian tercipta Eiger Adventure Gear.

 

Mamay Salim dan Ronny Lukito

Sebelumnya Ronny Lukito sudah dikenal sebagai seorang pengusaha sukses dan mumpuni dalam industri tas. Dia adalah pemilik brand tas Export dan Bodypack. Dibalik usahanya, Ronny ternyata juga seorang petualang yang suka keluar-masuk hutan. Kegiatan ini kemudian membuat Ronny dan Mamay menjadi akrab.

“Saya kenal dengan Ronny itu waktu masuk hutan. Ronny yang hobi berburu, dan saya sebagai penyuplai peluru,” jelas Mamay.  Mengetahui bahwa Mamay Salim adalah seorang petualang yang memiliki profesi sebagai pemanjat tebing, lalu Ronny mengajak Mamay untuk bekerjasama dan saling melengkapi untuk mengembangkan sebuah produksi tas. Menurut Kang Mamay, awal mulanya Ronny memiliki ide untuk menciptakan tas khusus bagi kaum laki-laki.

“Tas yang dibuat itu khusus untuk para laki-laki petualang,” jelas Mamay.   Kerjasama mereka dimulai dengan fasilitas yang sangat terbatas pada saat itu, Eiger hanya mampu memproduksi tas saja dengan dua mesin jahit yang sederhana di Jalan Cihampelas No. 22 Bandung, lokasi yang kini menjadi kantor pusat Eiger.

“Waktu itu masih sangat terbatas kita memproduksi tas Eiger ini. Tapi ternyata banyak yang suka!” ungkap Mamay. Selain itu salah satu promosi awal produk tas Eiger dilakukan dengan cara “nebeng” pada tas produk Export. Kang Mamay menuturkan bahwa pada waktu itu nama Eiger ditempelkan pada  tas Export yang didisain untuk laki-laki.

Kini Eiger dikenal sebagai perusahaan yang memfokuskan pada bidang manufacturing dan retailing dari berbagai macam peralatan petualangan.  Pemilik perusahaannya adalah Ronny Lukito. Sementara Kang Mamay menjabat sebagai konsultan teknis dan konsultan bisnis. “Waktu itu Ronny bertanya pada saya ‘apa nama yang cocok untuk produk ini, May?’ saya bilang saja Eiger,” ujar Mamay sambil tersenyum.

 

Esensi Produk Eiger

Logo Eiger dicetuskan oleh Ronny Lukito. Dalam logo itu dunia digambarkan sebagai lingkaran besar terluar dan berwarna biru. Sementara itu segitiga berwarna biru berarti adventure atau petualangan dan warna dasar yang berwarna merah diartikan sebagai semangat. Dengan demikian, filosofi logo Eiger mempunyai arti “The spirit of adventure world”.

Selain filosofi, Eiger juga memiliki prinsip untuk tidak memproduksi tas yang asal jadi saja. Meskipun begitu, tas yang baik tidak hanya terlihat bagus dari model luarnya saja. Menurut Mamay Salim esensi konsep produk-produk Eiger adalah functional, durabillity, comfortable.

“Fungsional ini agar tas yang kita produksi bisa berguna sesuai dengan kebutuhannya. Durable untuk keamanan pada barang yang dibawa, kekuatan jahitan pada tas tidak boleh secara asal kuat saja dan tentunya Comfortable, adalah kenyaman bagi pemakai tas Eiger,“ jelas Mamay.

“Kualitas harus selalu diutamakan. Satu garis pada tas Eiger ada 26 tangan penjahit. Jika ada barang yang cacat sedikit saja, itu pasti langsung dibuang dan bukan didaur ulang. Terkadang banyak produsen tas yang hanya memikirkan corak dan model tas saja, tetapi sebenarnya tulang punggung dan pundak dari pemakai tas juga harus dipikirkan,” lanjutnya.

Kini selain memproduksi tas untuk para penggiat alam bebas, Eiger juga menciptakan tas Rucksacks, Daypacks, Shoulder bags, Waist bags, Travel bags, Lumbar bags, Hydro pack System, Dry bags, Biking Bags, Laptop bags, Multi purpose bags, dll untuk para konsumennya. Dari tas kecil hingga tas besar dengan bermacam-macam fungsi dan kegunaanya  berhasil diproduksi  Eiger berkat esensi produk yang mereka miliki.

You may also like...

0 thoughts on “Eiger Peralatan Outdoor Kenamaan Indonesia”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<