Dudgeran, Pagelaran Dari Semarang Untuk Sambut Ramadhan

dudgeran

Inibangsaku.com – Setiap kota mempunyai tradisi tersendiri dalam menyambut bulan Ramadhan, termasuk Kota Semarang. Tradisi menyambut bulan Ramadhan ini dinamakan Dugderan yang sudah turun temurun dilaksanakan sejak masa kolonial Belanda. Dudgeran biasa digelar di awal bulan Ramadhan, dilakukan di sekitar wilayah Kauman, yang merupakan pusat perkembangan agama Islam di Semarang atau di tempat lain seperti Kota Lama dan Masjid Agung Jawa Tengah. Dalam tradisi Dugderan biasa diadakan fetsival dan pasar malam yang menjajakan berbagai cindera mata, mainan, kuliner dan beberapa permainan anak-anak seperti komedi putar, tong setan dan ombak banyu. Perayaan Dugderan biasa dibuka oleh wali kota dan dimeriahkan oleh kembang api dan mercon.

Salah stau ikon yang tidak ketinggalan dalam Dugderan adalah Warak Ngendhog, sebuah hewan imajiner yang dijadikan sebagai simbol sesuatu yang suci (Wara’i) dan pahala setelah sebelumnya menjalani proses suci (Ngendog/ bertelur). Warak Ngendhog yang dibuat dalam mainan anak-anak dan berukuran raksasa biasanya akan diarak pada puncak kirab budaya yang digelar di halaman balaikota lengkap dengan iringan musik dan tari-tarian. Berbagai kalangan masyarakat, sekolah, organisasi masyarakat dan lain akan turut serta dalam acara kirab budaya ini.

Untuk tahun ini sendiri ada yang berbeda dengan perayaan Dugderan, yaitu dengan ditiadakannya arena permainan pasar malam. Hal ini diakibatkan tragedi terbakarnya Pasar Johar Semarang beberapa waktu lalu. Masyarakat diminta prihatin dan tetap menyambut bulan Ramadhan dengan suasana yang lebih khidmat.

You may also like...

0 thoughts on “Dudgeran, Pagelaran Dari Semarang Untuk Sambut Ramadhan”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<