Doa Gus Mus yang Terkabul

100777_kh-ahmad-mustofa-bisri_663_498

Inibangsaku.com – Surat itu ditulis KH Mustofa Bisri dengan huruf arab jawi dan ditujukan untuk para masyayikh yang menjadi ahlul halli wal aqdi. Isi surat pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, itu singkat, tetapi padat.

KH Mustofa Bisri, yang akrab dipanggil Gus Mus, mengirimkan surat itu terkait hasil musyawarah ahlul halli wal agdi (AHWA), Rabu (5/8). Forum yang beranggotakan sembilan ulama itu menetapkan Gus Mus sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Dalam suratnya, setelah berucap salam, Gus Mus menulis, “Seperti kita ketahui muktamar sekarang ini diwarnai oleh sedikit kisruh yang bersumber pada adanya dua kelompok yang masing-masing menginginkan jagonya yang menjadi rais aam. Satu berusaha memengaruhi muktamirin untuk memilih A, satunya lagi B dan sistem ahlul halli wal aqdi pun dianggap sebagai alat oleh salah satu kelompok tersebut”.

Gus Mus kemudian menyatakan alasannya tak bersedia menjadi rais aam, di tengah muktamar yang hampir memecah warga nahdliyin itu.

“Oleh karena itu, demi kemaslahatan jam’iyyah dan sekaligus mengayomi kedua belah pihak yang bersaing tersebut, sebaiknya ahlul halli wal aqdi tidak memilih dua nama yang dijagokan kedua belah pihak tersebut (A maupun B)”, demikian tulis Gus Mus dalam suratnya itu.

Isi surat Gus Mus itu mirip dengan pernyataannya saat berkata di hadapan muktamirin untuk mengatasi perbedaan sikap terkait tata tertib muktamar pada Senin lalu. Saat itu, Gus Mus berkata, rela mencium kaki muktamirin agar mereka mau melepaskan semua ego dan kepentingan demi kemaslahatan NU.

Saat itu, Gus Mus juga mengaku tak pantas menyandang jabatan rais aam. Jabatannya saat itu sebagai pejabat sementara rais aam, menurut dia, hanya kecelakaan. Pasalnya, sebagai wakil rais aam, dia terpaksa menggantikan Rais Aam Syuriah PBNU KH Sahal Mahfudz yang wafat. Saat itu Gus Mus juga minta doa kepada muktamirin agar pejabat sementara rais aam adalah jabatan terakhir yang dia sandang.

“Kenapa beliau (KH Sahal Mahfudh) wafat sehingga saya harus memikul tanggung jawab sebesar ini. Maka, saya minta pinjam telinga Anda sekalian, sebagai pejabat sementara rais aam. Doakan ini adalah terakhir, menjabat jabatan yang tidak pantas untuk saya,” kata Gus Mus di hadapan muktamirin ketika itu.

(sumber:kompas)

You may also like...

0 thoughts on “Doa Gus Mus yang Terkabul”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<