DOA BANGSAKU UNTUK BANGSAKU, Usulan suara hati kepada pemerintah

angkatan-muda3-1

KeTuhanan Yang Maha Esa

Kegiatan Doa

  • Setiap hari dilakukan kegiatan rutin doa pagi sebelum bekerja dan doa sore setelah bekerja.
  • Dilakukan kegiatan keagamaan kurun 1 minggu sekali sesuai dengan ajaran agama masing-masing (islam, katolik, protestan, hindu, budha, konghutju, dan aliran kepercayan).
  • Semua instansi pemerintahan, BUMN, TNI, POLRI, sebagai pengemban amanah, semua instansi pemerintah, BUMN, TNI, dan POLRI, dalam hal ini bertujuan untuk selalu mengingat dan selalu melibatkan Tuhan dalam setiap pekerjaan, dalam setiap menetapkan kebijakan-kebijakan, dan dalam setiap pengambilan keputusan yang menentukan nasib seluruh bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang bermartabat dan menghargai jasa para pahlawan dan leluhurnya, seperti halnya yang dicita-citakan oleh para pengorban jiwa raga perebut kemerdekaan bumi nusantara.

Pendidikan

Menjadikan mata pelajaran agama sebagai

  • Mata pelajaran wajib yang termasuk dalam mata pelajaran yang diujikan secara nasional baik tingkat SD, SMP, SMU.
  • Termasuk dalam mata kuliah di Perguruan Tinggi seluruh Indonesia.
  • Menjadi prasyarat dalam ujian tertulis untuk penerimaan pegawai instansi pemerintahan, BUMN, TNI, POLRI.

Dalam hal ini  bukan hanya sebuah pelajaran, tetapi juga untuk memberikan pendidikan berbasis spiritual sehingga memberikan bekal bagi batin setiap siawa maupun mahasiswa, serta siraman rohani untuk selalu mengisi sebagian jiwa yang kosong akibat modernisasi yang dialami dalam kesehariannya.

Budaya

Memasukkan mata pelajaran kearifan lokal sejarah & budaya dalam mata pelajaran tingkat SD, SMP, SMU. Dengan tujuan :

  • menumbuhkan rasa kebersamaan, persatuan, dan kebanggaan terhadap nilai  sejarah dan budaya Indonesia serta rasa cinta tanah air dan bangsa.
  • Di masa depannya, menjadikan puta-putri bangsa yang selalu menjaga budaya-budaya luhur yang merupakan identitas bangsa dan moril bangsa

Warisan nenek moyang

Memberikan perhatian khusus bagi pelestarian alam, sosial, dan budaya khususnya peninggalan-peningalan sejarah yang merupakan warisan nenek moyang bangsa kita.

Bentuk perhatian diantaranya :

–        Kurangnya anggaran

–        Miskinnya wawasan dari para tenaga ahlinya dalam mempertahankan keaslian dan naturalitas serta kealamiannya

–        Dibangunnya kembali (rekonstruksi dan renovasi) bangunan-bangunan bersejarah

–        Dilakukan penelitian-penelitian yang komprehensif dan terpadu

–        Bangunan-bangunan bersejarah yang telah melewati masa puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun dan masih ada hingga saat ini, adalah atas ijin Tuhan YME dan restu dari alam semesta yang mendukung dan merawatnya, dapat dikatakan bangunan yang juga dimuliakan Tuhan yang dulunya dibangun dengan hati yang bersih dan tujuan makna yang mulia dengan tingkat kesabaran dan keikhlasan yang tinggi. Sehingga dibutuhkan tangan-tangan orang yang amanah dalam mengerjakan dan merawatnya, orang-orang yang tidak hanya dapat melihat dari sisi ilmiah melainkan juga dapat melihat dan merasakan dengan mata hati dan batinnya.

Sumber Daya Alam dan arah pembangunan industri kedepan

Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang bisa merusak kelestarian alam dan tidak bisa diperbaharui seharusnya hanya untuk dinikmati dan digunakan untuk kepentingan rakyat dalam negeri, bukan untuk kepentingan export (luar negeri), apalagi hanya untuk kepentingan profit materi semata. Selain merusak dan menipiskan persediaan, semestinya bisa digunakan untuk waktu yang lebih panjang.

Arah pembangunan industri kedepan seharusnya lebih mengedepankan sektor-sektor yang bisa diperbaharui dan tidak merusak alam atau hutan yaitu di sektor pertanian, buah-buahan, rempah-rempah dan kelautan. Misalnya garam, gula, dan perikanan. Kita tidak sadar bahwa selama ini komoditi-komoditi tersebut juga banyak dibutuhkan oleh negara lain. Ironisnya, hasil perkebunan berkualitas rendah yang dapat merusak kelestarian alam, digunakan untuk kepentingan dalam negeri. Sebagai contoh minyak untuk kebutuhan memasak makanan kita dan anak-anak kita setiap hari malah mengunakan minyak sawit yang kualitasnya lebih rendah dari pada minyak kelapa yang memang reproduksinya lebih lama. Pohon kelapa ada hampir di setiap pulau di Indonesia dan tidak merusak hutan sedangkan kelapa sawit ditanam dengan merusak hutan. Contoh lain seperti industri semen, batu bara, timah, bijih besi, minyak bumi adalah merusak alam dalam eksplorasi dan eksploitasinya. Sangatlah tertipu jika negara lain tidak mau mengambil hasil buminya sendiri, dan mengeruk dari bumi kita ditengah terlenanya kita terhadap keuntungan hasil penjualan SDA tersebut.

Sumber energi yang bisa diperbaharui seperti biofuel, biosolar dari tanaman aren, jarak, ganggang laut, ketela selayaknya lebih dikedepankan sehingga bisa tetap menjaga keseimbangan sektor energi yang tidak bisa diperbaharui. Dengan rantai seperti ini akan memperluas perekonomian masyarakat yang selama ini masih kurang merata.

Praktek-praktek yang serupa dengan ijon, yaitu praktek rentenir yang selama ini berkembang masyarakat, malah didukung dan diijinkan oleh pemerintah (leasing, kartu kredit) hanya demi untuk membela pemenuhan konsumtif masyarakat  yang akhirnya menjadikan masyarakat kita menjadi budak hasrat dan nafsu konsumtif, yang sayangnya sebagian besar hasil penjualannya banyak dinikmati oleh kepentingan luar negeri seperti elektronik dan otomotif. Budaya gemar menabung harus kembali digalakkan bukan malah masyarakat dididik secara tidak langsung dengan gemar mengambil kredit, yang bener adalah kalo belum punya ya nabung dulu bukan malah beli tapi dengan hutang yang jatuhnya mereka jadi membeli mahal akan barang tersebut.

Liputan media lain:

Tags

You may also like...

0 thoughts on “DOA BANGSAKU UNTUK BANGSAKU, Usulan suara hati kepada pemerintah”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<