Dakwah Islam melalui Tari Saman Aceh

Oleh: SASMITA SIREGAR

Aceh dikenal dengan nama Serambi Mekah dan memiliki banyak kebudayaan. Daerah yang banyak dipengaruhi oleh unsur-unsur kebudayaan Arab dan Timur Tengah ini ternyata memiliki sebuah kesenian yang menarik yaitu Tari Saman.

Anda mungkin tidak asing dengan Tari Saman dan pernah menyaksikannya sendiri dalam berbagai pertunjukan kesenian. Tari Saman adalah sebuah tarian yang dilakukan secara berkelompok dengan gerakan yang terlihat sederhana namun sebenarnya merupakan perpaduan gerakan yang harmonis dan kompak serta diiringi dengan suara nyanyian dari penarinya sendiri.

Sumber: repindonesiaraya.blogspot.com

Sumber: repindonesiaraya.blogspot.com

 Berawal dari permainan rakyat

 Tarian ini dinamakan Tari Saman karena diciptakan oleh seorang ulama  bernama Syekh Saman sekitar abad XIV Masehi. Pria ini berasal dari dataran  tinggi Gayo. Pada awalnya, Tari Saman hanyalah sebuah permainan rakyat  yang bernama pok ane. Selanjutnya permainan rakyat ini ditambahkan  iringan syair-syair yang isinya pujian-pujian terhadap Allah SWT dan pula  oleh suara tepukan-tepukan para penarinya. Sejak saat itu, Tari Saman  menjadi media dakwah yang pernah ada.

 Dulunya Tari Saman ini hanya dipertunjukkan saat acara-acara tertentu saja  seperti hari-hari besar Islam, maulid nabi, dan sebagainya. Tari Saman  biasanya ditampilkan di bawah kolong meunasah yaitu sejenis surau panggung. Namun seiring dengan perkembangan zaman, Tari Saman sendiri pun juga ikut berkembang. Saat ini, Tari Saman dapat dijadikan sebagai tarian hiburan untuk pertujukan karena penampilannya tidak terikat oleh waktu ataupun peristiwa tertentu.

Dalam hal tempat, tarian ini bisa ditampilkan di mana saja, baik itu di rumah, di lapangan, maupun di atas panggung. Tarian ini biasanya dipandu oleh seorang pemimpin, yang disebut sebagai Syekh. Baik syekh maupun Penari Saman harus bisa bekerja sama dengan baik agar tercipta gerakan yang harmonis dan kompak.

Media Dakwah dan Hiburan

Pada awalnya, fungsi Tari Saman ini adalah sebagai media dakwah. Sebelum memulai tari Saman, biasanya akan ada pemuka adat yang akan memberikan nasehat-nasehat kepada para penonton maupun pemain itu sendiri. Syair-syair yang menjadi pengiring tari ini berisikan petuah atau nasehat-nasehat mengenai dakwah.

Namun saat ini fungsi tari saman tidak lagi hanya sebagai media dakwah saja, melainkan juga sebagai hiburan pada acara-acara pesta, hajatan dan acara-acara lainnya.

Diiringi Syair

Sebagai tarian yang diiringi dengan syair-syair yang dilantunkan sendiri oleh para penarinya, berikut ini adalah beberapa nyanyian sebagai iringan Tari Saman, yaitu:

  • Rengum, adalah pembukaan atau mukaddimah dari tarian Saman dimana sebelumnya telah dilakukan sekedar pidato pembukaan. Rengum juga merupakan tiruan bunyi, yang begitu berakhir akan langsung disambung secara bersamaan dengan kalimat-kalimat yang terdapat di dalamnya, diantaranya adalah pujian kepada seseorang yang diumpamakan baik kepada benda maupun tumbuh-tumbuhan.
  • Dering, merupakan regnum yang langsung diikuti oleh semua penari.
  • Redet, yaitu sebuah lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh penari pada bagian tengah tarian.
  • Syek, merupakan lagu yang dinyanyikan dengan suara panjang tinggi melengking oleh seorang penari dan digunakan sebagai tanda perubahan gerak.
  • Saur, yaitu lagu yang siulang secara bersamasama oleh semua penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

 

Gerakan tari saman

Ada 2 unsur gerakan dalam tari saman yaitu tepuktangan dan tepuk dada. Menurut dugaan, Syeikh Saman dalam menyebarkan agama Islam dengan terlebih dahulu mempelajari tarian Melayu kuno. Kemudian ia memunculkannya kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair tentang dakwah Islam dalam rangka menjalankan dakwahnya.

Sumber: novrizal-aceh.blogspot.com

Sumber: novrizal-aceh.blogspot.com

Saat ini, tari saman masih digunakan sebagai tarian ritual religius dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan. Tari saman dikatakan sebagai tarian yang cukup unik karena hanya menampilkan gerakan sederhana seperti gerakan tepuk tangan dan gerakan lainnya yang disebut gerakan lingang, kirep, surang-saring. Semua istilah ini berasal dari Bahasa Gayo.

Dalam tarian saman, ada 2 baris orang yang melakukan gerakan tarian sambil bernyanyi dan gerakannya semuanya harus harmonis. Hal yang membuat menarik dari tari saman selain kekompakannya yaitu tempo gerakan yang semakin lama akan semakin cepat.

 

Penari

Jumlah penari Saman bisa sebanyak-banyaknya bahkan puluhan penari namun dengan jumlah yang ganjil. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa tari saman hanya ditarikan oleh penari yang jumlahnya kurang dari 10 orang dimana 8 sebagai penari dan 2 orang lainnya sebagai pemberi aba-aba. Namun dirasakan bahwa sebuah pertunjukan akan lebih semarak jika dilakukan oleh banyak orang sehingga tari saman sendiri bisa dilakukan oleh banyak orang.

Kostum dan busana

Ada 3 bagian dalam busana yang dikenakan oleh penari tari saman yaitu yang terletak di kepala, badan dan tangan.

  • Pada bagian kepala terdapat bulung teleng atau merupakan tengkuluk dasar kain hitam empat persegi.
  • Untuk bagian badan, penari akan mengenakan baju pokok atau baju kerawang yang merupakan baju dasar berwarna hitam dan disulam dengan benang berwarna putih, merah dan hijau.
  • Selanjutnya bagian pinggang disulam dengan kekait dan kedawek, bertangan pendek dan selanjutnya memakai celana dan kain sarung.
Sumber: nisawulandari.blogspot.com

Sumber: nisawulandari.blogspot.com

Terakhir, pada bagian tangan, penari menggunakan topeng gelang dan sapu tangan. Warna yang digunakan pun mengandung nilai-nilai tertentu yang menunjukkan identitas pemakainya serta mencerminkan kebijaksanaan, keharmonisan, keberanian, keperkasaan dan kekompakan.

Demikianlah gambaran singkat Tari Saman sebagai salah satu kesenian khas Aceh. Tari Saman tidak hanya terkenal di dalam negeri saja, tetap juga ke manca Negara. Semoga tarian ini bisa terus dilestarikan sebagai budaya bangsa.

You may also like...

0 thoughts on “Dakwah Islam melalui Tari Saman Aceh”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<