Cara Manajer yang “Resign” Jadi Tukang Ojek agar Tetap “Bergaji” Manajer

1056077IMG-20150803-104930780x390

Inibangsaku.com – Faridz Budhi Suryakusuma (34) mempunyai strategi khusus dalam menjalankan aktivitas barunya sebagai tukang ojek. Sebab, meski baru bergabung 15 hari di salah satu operator ojek berbasis aplikasi, Faridz sanggup meraup uang rata-rata Rp 500.000 per hari di luar tips.

“Yang penting fokus saja. Saya sih enggak ditargetin harus dapat berapa sehari. Jalani saja,” ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (4/8/2015).

Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta Utara itu mengaku memulai aktivitasnya selepas subuh, sekitar pukul 05.00 WIB.

Melalui aplikasi di smartphone, Faridz akan mengambil order terdekat dari kediamannya di kawasan Cijantung, Jakarta Timur.

Mantan manajer di sebuah resor itu tidak tebang pilih dalam mengambil order penumpang. Setelah mengantar satu penumpang, dia langsung memonitor order lainnya yang masuk secara acak di smartphone-nya.

“Kan sistemnya rebutan. Cepet-cepetan saja sama rider lain. Begitu dapat (order), jemput, langsung antar ke lokasi tujuan,” kata sulung dari empat bersaudara tersebut.

Faridz mengaku tidak memiliki titik favorit untuk mencari penumpang. Hal itu mengingat order yang masuk secara acak akan tampil di layar smartphone pengojek di mana pun dia berada.

Lelaki yang juga berstatus sebagai guru renang itu menilai penghasilan pengojek dari operator ojek berbasis aplikasi mengacu pada pengendara yang bersangkutan.

“Artinya, kalau mau dapat banyak ya harus rajin muter. Terus enggak milih-milih orderan. Kalau malas-malasan dan milih-milih, enggak dapat penumpanglah,” ujarnya.

Untuk sekali beroperasi, sejak subuh hingga malam hari, Faridz memilih menggunakan salah satu motor jenis bebek yang dianggapnya irit.

Sehari, rata-rata Faridz mengeluarkan uang bensin sebesar Rp 50.000. Estimasi operasionalnya diperkirakan lebih dari 200 kilometer per hari.

“Saya sih, paling habis gocap (Rp 50.000) sehari. Itu sangat cukup buat muter-muter Jakarta seharian,” tuturnya.

(sumber: Kompas)

You may also like...

0 thoughts on “Cara Manajer yang “Resign” Jadi Tukang Ojek agar Tetap “Bergaji” Manajer”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<