Prasetyo dinilai Tidak dapat Bekerja Independen

kejaksaan-agung1

JAKARTA, inibangsaku.com – Keraguan akan kinerja Jaksa Agung baru, HM. Prasetyo hingga kini tidak kunjung tuntas. Bekas politisi Partai NasDem tersebut dinilai tidak bakal sanggup bekerja profesional dan independen. 

Ketua Umum Pergerakan Merah-Putih Indonesia, Ali Mahsun M. Biomed menyayangkan pelantikan Jaksa Agung baru oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis (20/11) lalu.  Sebagai seorang politisi tentu saja Jaksa Agung baru tidak lepas dari kepentingan politik yang diusungnya. 

“Berharap Jaksa Agung HM Prasetyo independent adalah utopia atau mimpi di siang bolong. Kepentingan Partai Politik yang mengusulkan (NASDEM) atau Koalisi the ruling party menambah beban penyandraan independensi Jaksa Agung HM Prasetyo,” tambah Ali menegaskan. 

Ali yang juga Ketua Umum DPP 
Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) berharap sebagai Jaksa Agung baru integritas Prasetyo diuji. Sebab banyak kasus yang akan dihadpi oleh pucuk pimpinan Korps Adhyaksa tersebut.  

Beberapa kasus yang sudah didepan mata adalah dugaan kasus Korupsi dalam Pengadaan Bus Trans Jakarta DKI Jakarta, kemudian kasus kredit macet PT Cipta Graha Nusantara (CGN) di Bank Mandiri yang diduga kuat melibatkan Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh. 

“Apakah dia berani tuntaskan kasus tersebut  secara adil dan tak tebang pilih?,” tutup Ali. 

Sekedar kilas balik Dalam kasus penyalahgunaan kredit Bank Mandiri. Surya Paloh pernah dicecar seputar adanya informasi Metro TV (PT Media Televisi Indonesia) menerima kredit PT Cipta Graha Nusantara (PT CGN) senilai Rp 160 miliar.

Surya Paloh diperiksa sebagai saksi terhadap tiga tersangka dari direksi Bank Mandiri Neloe cs. PT CGN merupakan salah satu debitor yang terkait kasus kredit macet Bank Mandiri.

Saat itu, Surya Paloh diperiksa dengan materi pemeriksaan difokuskan pada penjualan dan pembelian aset PT Tahta Medan oleh PT Tri Manunggal Mandiri Persada (PT TMMP) yang merupakan perusahaan afiliasi dengan Media Group. Aset PT Tahta Medan dibeli dari BPPN dan dijual ke PT Azalea Limited Rp 160 miliar.

Setelah menjalani pemeriksaan selama 2,5 jam oleh tim penyidik yang dipimpin Arnold Angkouw, Paloh mengaku tidak pernah berhubungan dengan PT CGN.

Dalam kasus ini sendiri, tim penyidik dari Kejagung telah menetapkan tiga orang tersangka dari PT CGN yaitu Direktur Utama Edison, Komisaris Saipul dan Direktur keuangan Diman Ponijan. Mereka kini masih ditahan di Rutan Kejagung. (IB/Bahaudin Marcopolo)

You may also like...

0 thoughts on “Prasetyo dinilai Tidak dapat Bekerja Independen”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<