Bentrok TNI-Polri di Batam Jangan dipolitisir

militer2

JAKARTA, inibangsaku.com – Mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Chairudin Ismail meminta kepada semua pihak agar tidak mempolitisi bentrok antara TNI-Polri di Batam, Kepulauan Riau. 

“Dinegara ini banyak kejahatan yang dipolitisi. Kita berada dalam himpitan, oleh karena itu, alangkah baiknya kita membangun kesepahaman diri dinegara ini. Kalau mau tentram maka harus dibangun sistem keamanannya dulu,” kata Chairudin dalam sebuah diskusi publik di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (20/11). 

Mantan Kapolri ini mengatakan, penegakan hukum dinegara ini jangan sampai mundur kebelakang atas adanya insiden tersebut, oleh karenanya dia berharap segera ada langkah tegas dilakukan agar insiden tersebut tidak kembali terjadi dikemudian hari. 

“Proses keamanan dinegara ini tidak luput dalam sejarah. Kasus yang terjadi di Batam sebetulnya harus menjadi tanggung jawab semuanya,” ujar Chairudin menegaskan. 

Seperti diketahui, muara konflik Batam, berdasarkan informasi yang diutarakan oleh  Komandan Resimen Militer (Danrem) 033 Wira Pratama (WP), Brigadir Jenderal (Brigjend) TNI Eko Margiono menjelaskan bahwa pelaku penyerangan Barak Teratai Satuan Brimob Polda Kepri di Tembesi adalah anggotanya dari Yonif 134 Tuah Sakti (TS).

Kata Margiono, peristiwa itu dikarenakan adanya saling pandang antara dua aparat saat mengisi bahan bakar minyak di salah satu tempat penjual bensin eceran di perumahan Buana Mas, Tembesi. Keributan terjadi antara anggota Yonif 134/TS dan anggota Brimobda Kepri, pada Rabu (19/11/2014) pagi sekitar pukul 10.15 WIB. Keributanpun berujung pada perusakan bangunan Barak Teratai Satbrimob Polda Kepri. (IB/Bahaudin Marcopolo)

You may also like...

0 thoughts on “Bentrok TNI-Polri di Batam Jangan dipolitisir”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<