Bentrok TNI-Polri Batam Tamparan Bagi Jokowi

20140923_005416_bentrok-tni-dengan-brimob-di-batam

JAKARTA, inibangsaku.com – Indonesia Police Watch (IPW) menilai bentrokan yang terjadi kembali antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Korps Barigade Mobil (Brimob) Polri di Batam, Kepulauan Riau menjadi bukti ketidakmampuan Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-Kalla) dalam mengantisipasi sistem keamanan.

“Bentrokan TNI-Polri di Batam salah satu indikasi pemerintahan Jokowi kedodoran dalam mengantisipasi sistem keamanan,” kata Neta dalam keterangan pers kepada redaksi, Jakarta, Kamis (20/11).

Neta menambahkan sejak tiga puluh hari menjadi pucuk pimpinan di tanah air, presiden Joko Widodo hingga kini belum juga menunjuk siapa Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) dan Jaksa Agung. Selain itu Presiden Joko Widodo juga belum melakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja TNI-Polri.

“Akibatnya, tidak ada konsolidasi total terhadap penataan sistem hukum dan keamanan,” tambah Neta menegaskan.

Neta menambahkan, terkait dengan persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM) Presiden Joko Widodo begitu cepat merespon, namun demikian untuk masalah pembangunan sistem keamanan dan hukum Presiden Joko Widodo menganggapnya tidak terlalu penting.

Padahal, rakyat sangat mengharapkan Jokowi segera mengangkat Jaksa Agung dan Kepala BIN agar penataan sistem hukum dan keamanan segera dilakukan, sehingga rakyat merasakan adanya kepastian hukum dan jaminan keamanan.

“Kasus bentrokan TNI-Polri di Batam adalah sebuah tamparan bagi pemerintahan
Jokowi yang baru berjalan sebulan. Sebab itu Jokowi perlu segera mengangkat Jaksa Agung dan Kepala BIN yang baru serta mengevaluasi kinerja Kapolri serta Panglima TNI, sehingga konsolidasi pembangunan hukum dan keamanan bisa segera dilakukan,” tambah Neta menegaskan.

Masih kata Neta bentrokan yang terjadi kedua kalinya antara oknum TNI dan Polri di Batam, Kepulauan Riau bukan hanya membuat takut masyarakat sekitar namun juga membuat investor asing membenamkan modalnya di dalam negeri.

“Padahal sebelumnya dalam forum KTT APCE dan G 20 Presiden Joko Widodo meminta para investor agar datang ke Indonesia. Bagaimana mereka bisa masuk, bila tidak ada jaminan keamanan di dalam negeri,” demikian Neta.

Sekedar kilas balik sebelumnya Barak Teratai Satuan Brimob Polda Kepulauan Riau (Kepri) di Tembesi diserang oleh oknum anggota TNI Yonif 134 Tuah Sakti. Penyerangan dipicu dari persoalan sepele yang terjadi di Pom bensin antar kedua anggota institusi keamanan tersebut.

Saat sedang mengisi bensin, Pratu Nuryono dan Praka Budiono yang keduanga adalah personel TNI Batalion 134 Tuah Sakti beradu pandang dengan oknum Brimob. Saling pandang itulah yang menjadi pemicu percekcokan antar mereka. Namun demikian kejadian tersebut dapat diredam oleh Provost Polda Kepri.

Setelah kejedian tersebut  usai, sebanyak 30 personel Batalion  Tuah Sakti mendatangi lokasi kejadian dengan dalih menyelidiki. Ketika hendak meninggalkan Markas Brimob seorang oknum TNI melemparkan batu ke arah kantor Brimob. Akibat leparan batu tersebut menyebabkan kaca pacah. Atas insiden tersebut terjadi aksi saling tembak-menembak. (IB/Bahaudin Marcopolo)

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Bentrok TNI-Polri Batam Tamparan Bagi Jokowi”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<