Bekas Penasihat KPK Menyatakan Seorang Pejabat Negara Tak Perlu Takut Saat Disadap

ABDULLAH HEMAHHUA

Jakarta, Inibangsaku.com – Bekas penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua, menyarankan seorang pejabat negara sebaiknya tidak perlu cemas dan takut untuk disadap. Jika takut, sebaiknya orang tersebut tidak menjadi pejabat negara.

“Kalau nggak mau (disadap), jangan jadi penyelenggara negara. Seseorang disadap kalau udah ada indikasi korupsi,” ujar Abdullah.

Abdullah melanjutkan, KPK memiliki SOP menyadap seorang yang terduga korupsi. Transkip penyadapan tersebut, lanjut dia, hanya boleh dibaca oleh deputi bidang penindakan. Deputi lain di KPK, tidak boleh membacanya. Penyadapan KPK juga diaudit.

Lagi pula, lanjut dia, hal-hal yang bersifat pribadi tidak transkip. Abdullah pun mencontohkan penyadapan tersangka kasus pemberian suap terkait proyek Sistem Komunikasi Radior Terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan, Anggoro Widjojo.

“Yang ditranskrip soal korupsi . Yang pribadi enggak. Di Anggoro, terputus-putus karena itu pribadi,” beber Abdullah.

Sebelumnya, Kementerian Hukum dan HAM  mengajukan revisi atas Undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi masuk dalam perubahan Prolegnas 2015.

Menkum HAM Yasonna Laoly menyebut ada beberapa hal yangg menyebabkan UU KPK perludikaji ulang. Salah satunya terkait soal kewenangan penyadapan yang dimiliki KPK.

(sumber:Angga inibangsaku.com)

You may also like...

0 thoughts on “Bekas Penasihat KPK Menyatakan Seorang Pejabat Negara Tak Perlu Takut Saat Disadap”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<