BBM Naik, Jokowi Turun

nozzle-minyak1

JAKARTA, inibangsaku.com – Hingga kini wacana Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terus mengemuka. Presiden Joko Widodo melalui Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said bersikeras menaikan harga BBM.

Menanggapi hal tersebut Rizal Ramli yang juga Mantan Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid mengingatkan kepada Joko Widodo agar berfikir seribu kali sebelum menaikkan harga BBM. Sebab jika mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menaikkan harga BBM sebesar Rp 3.000, maka Jokowi harus menanggung konsekuensi logis mahal. Bukan tidak mungkin Jokowi akan dimakzulkan.

“Itu sudah melampaui harga keekonomian premium. Karena itu, Presiden Jokowi melanggar konstitusi dan bisa di-impeachment oleh parlemen,” kata Rizal dalam sebuah diskusi publik di kawasan Tebet, Jakarta belum lama ini.

Ditambahlan Rizal rencana Pemerintah menaikkan harga BBM saat ini aneh karena harga minyak mentah di pasaran internasional justru sedang turun. Dan Pemerintah China dalam beberapa waktu terakhir sudah menurunkan harga BBM di dalam negerinya. Ia memprediksi, biaya produksi premium dengan patokan harga minyak internasional 120 Dolar AS per barel sekitar Rp8.400 per liter. Jika harga minyak internasional di bawah 90 Dolar AS per barel, biaya produksi bisa turun menjadi Rp7.500 per liter.

“Jika Pemerintah menaikkan harga premium sebesar Rp3.000 per liter sehingga menjadi Rp9.500 per liter, itu berarti harga premium di Indonesia melampaui harga keekonomian,” tambah Rizal menegaskan.

Sekedar kilas balik, Menteri ESDM, Sudirman Said mengatakan dalam sebuah diskusi publik bahwa kenaikan harga BBM tidak bisa ditunda-tunda lagi.

“Saya kira seluruh negeri mau pengamat, ekonom, politisi sudah paham. Apakah kita bisa menunda? Rasanya tidak,” kata Sudirman dalam sebuah diskusi publik di Jakarta (1/11) lalu. (IB/Bahaudin Marcopolo)

Tags

You may also like...

0 thoughts on “BBM Naik, Jokowi Turun”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<