Batu Basurek Tanah Datar

Batu Basurek terletak sekitar 4 kilometer dari Batusangkar ibu kota Kabupaten Tanah Datar, di Provinsi Sumatera Barat. Batu Basurek adalah batu prasasti yang bertuliskan naskah Palava kuno India, menceritakan legenda Adityawarman pada tahun 1347. Secara harfiah, “Batu Basurek” berarti “Batu Tertulis”.

Batu ini memiliki tinggi 25 cm, lebar 80 cm, dan tebal 10 cm. Didirikan di atas makam Raja Adityawarman berabad-abad lalu, batu ini ditemukan kembali pada 16 Desember 1880.

Prasasti itu bercerita tentang warisan Adityawarman. Karena jasanya kepada Kerajaan Majapahit, Adityawarman menjadi raja di Dharmasraya dan memindahkan kerajaannya dari Siguntur Sawahlunto ke Pagaruyung.Batu basurek terletak didesa kubu rajo nagari lima kaum berjarak 4 km dari batu sangkar.Batu basurek ini terletak di bagian atas makam raja Adityawarman.Prasasti batu basurek ini ditulis dengan tulisan jawa kuno berbahasa sanskerta.Batu basurek ini lebarnya 25 cm tingginya 80 cm dengan ketebalan 10 cm dan berat sekitar 50 kg .

Batu basurek ini telah berumur 659 tahun.penemuan prasasti ini pertama kali ditulis pada
16 Desember 1880 oleh P.H. Van Hengst, Asisten Residen Tanah Datar. Prof. H Kern, seorang ahli dari Belanda,Ia orang yang pertama kali membahas prasasti dengan tulisan Jawa Kuno berbahasa Sanskerta itu. Pada 1917 dia menerjemahkan isinya adalah: :”Adityawarman maju perkasa, ia penguasa Kanakamedinindra atau Suwarnadwipa (Sumatera atau Tanah Emas). Ayahnya Adwayawarman. Dia keluarga Indra.”

Adityawarman lahir dari rahim Dara Jingga, putri raja Darmasraya yang terletak di tepi Sungai Batanghari, Jambi. Ayahnya, Adwayawarman tadi, kerabat Keraton Singosari.

Tersebutlah, pada 1292 Kublai Khan dari Cina menyerang Singosari. Dara Jingga dan saudaranya, Dara Petak, membawa tentara membantu Singosari. Sayang, Singosari jatuh, dan akhirnya dikuasai Jayakatwang. Kemudian Raden Wijaya menggeser Jayakatwang dan mengganti nama kerajaan itu menjadi Majapahit. Raden Wijaya menikah dengan Dara Petak. Dara Jingga bercinta dengan Adwayawarman. Setelah menikah, Dara Jingga mengajak suaminya kembali ke Darmasraya — dan lahirlah Adityawarman.

Setelah melakukan berbagai jasa untuk Majapahit, akhirnya Adityawarman jadi raja di Darmasraya. Dia memindahkan pusat kerajaannya dari Siguntur (Sawahlunto Sijunjung) ke Pagaruyung.

Sampai sekarang di Pagaruyung masih ada perbedaan pendapat apakah Adityawarman itu raja Minangkabau atau hanya raja Pagaruyung. Sebab, pada waktu itu yang dirajakan di Limo Kaum, Pariangan, dan Tanah Datar lainnya, adalah Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Katamanggungan. “Adityawarman tak lebih seorang sumando,(suami dari orang minangkabau).


Sumber :
wisata-sejarah.blogspot.com

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Batu Basurek Tanah Datar”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<