Battle of Surabaya, Animasi Tak Biasa Karya Anak Bangsa

bts

Inibangsaku.com – Cerita-cerita kemerdekaan Indonesia tentu sudah banyak yang diangkat ke dalam layar lebar. Mungkin tidak cuma layar lebar, tapi juga serial-serial di televisi.

Akan tetapi, belum ada sepertinya yang menampilkan suguhan layaknya film “Battle of Surabaya”. Hal pertama yang membuatnya beda adalah “Battle of Surabaya” merupakan film animasi panjang pertama produksi sineas nasional dan kedua, alur cerita utamanya bukanlah para pejuang yang namanya tertera di buku-buku sejarah, melainkan seorang anak kecil yang jadi kurir surat.

Dibuka oleh adegan bom Hiroshima pada tahun 1945, cerita “Battle of Surabaya” mengalir sesuai dengan fakta sejarah Perang 10 November atau Pertempuran Surabaya. Sisa pasukan Belanda dan Inggris yang tidak terima atas Indonesia yang akhirnya mengumandangkan proklamasi, memaksa untuk melakukan peperangan.

Pantang menyerah, para pemuda Indonesia pimpinan Bung Tomo menghajar dengan semangat Revolusi Nasional Indonesia. Hingga akhirnya 16,000 pasukan Indonesia tewas di medan perang. Pihak sekutu yang hanya kehilangan 2,000 tentaranya tetap memutuskan untuk keluar dari Surabaya dan Indonesia.

Namun, di tengah hingar-bingar perang ada seorang anak kecil yang ditugaskan menjadi kurir surat para petinggi pemerintahan Indonesia. Namanya, Musa, dia sebetulnya seorang tukang semir sepatu yang kemudian diberi kepercayaan lebih. Di Surabaya, Musa tinggal bersama ibunya yang seorang ibunya yang sempat menjadi Fujinkai (mantan pejuang perempuan di masa pemerintahan Jepang).

Musa dipercaya mengantarkan surat-surat berisi strategi perang tentara Indonesia agar mereka bisa melakukan kordinasi. Hal itu dilakukan karena hanya anak kecil yang tidak diperiksa oleh para KNIL alias tentara Belanda. Bersama sahabat perempuannya, Yumna, perempuan keturunan Jepang, Musa tak hanya mengantar surat negara tapi juga surat pribadi para tentara untuk keluarga.

Sampai suatu ketika, Musa menyadari ada yang berbeda dari Yumna. Dia melihat ada simbol organisasi Kipas Hitam di leher Yumna. Kipas Hitam adalah organisasi bentukan Jepang yang kemudian diceritakan hilang arah dan memutuskan bergabung dengan Belanda untuk menyerang Indonesia. Kegamangan Musa semakin menjadi-jadi ketika seorang pria bernama Danu yang ditugaskan Residen Soedirman untuk menjaganya menunjukkan gelagat aneh. Bayangan akan penghianatan mulai menggerogoti Musa.

Ketakutannya terbukti saat Musa ternyata menjadi incaran para KNIL. Dirinya diburu dan sukses dimaksukkan ke dalam penjara. Nasib para pejuangan Indonesia pun diambang batas karena surat kordinasi tak kunjung sampai. Residen Soedirman, Gubernur Suryo dan Pak Moestopo tak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan di luar sana, kondisi Surabaya semakin berkecamuk dan lautan emosi Bung Tumo tak terbendung lagi. Mengudara lewat radio-radio. Seperti apa nasib Musa?

Berpindah dari cerita, yang membuat “Battle of Surabaya” makin menarik adalah suguhan animasi 2D garapan sutrdara Aryanto Yuniawan. Bersama rumah produksi animasi asal Yogyakarta, MSV Pictures dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Amikom, Yogyakarta, “Battle of Surabaya”berhasil menghadirkan animasi yang pantas diacungi jempol.

Walaupun sedikit banyak terlihat bergaya Anime atau kartun khas Jepang. Semakin dipertegas dengan sering munculnya prolog serta alur maju-mundur untuk menjelaskan filmnya.

Akan tetapi, tidak cuma gambar orangnya saja, tapi juga kendaraan, gedung, hamparan rumput, gunung hingga ledakan tampil sukses. Bahkan film tersebut juga sempat-sempatnya mengocok perut selama beberapa kali. Tidak sia-sia tim “Battle of Surabaya” menggarap filmnya selama tiga tahun.

“Battle of Surabaya” diisi suaranya oleh banyak bintang besar. Untuk Musa, diisi oleh Ian Saybani, Yumna oleh Maudy Ayunda dan Dani oleh Reza Rahadian. Hadir juga Jason Williams, Tanaka Hidetoshi, Alejandro Esteban, Sana Hamada dan Vanhoebrouck Patrick Bernard.

(sumber:detik)

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Battle of Surabaya, Animasi Tak Biasa Karya Anak Bangsa”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<